BNN Perkuat Kompetensi Petugas Rehabilitasi Melalui Konsep Change Talk untuk Dorong Pemulihan Klien
JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang rehabilitasi melalui Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bidang Kesehatan bagi Petugas Rehabilitasi dalam rangka Optimalisasi Layanan Rehabilitasi Berkelanjutan. Salah satu materi utama yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah konsep change talk sebagai pendekatan untuk mendorong perubahan perilaku klien secara berkelanjutan.
Pelatihan yang diselenggarakan Direktorat Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN di Pusat Pengembangan SDM Ketenagakerjaan (PPSDM) Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Timur, pada Senin (3/8/2026), menghadirkan Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ., MARS., seorang dokter spesialis kedokteran jiwa sekaligus konselor adiksi.
Dalam sesi Motivational Interviewing (MI) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Advance, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun motivasi internal klien sebagai fondasi utama keberhasilan proses rehabilitasi penyalahguna narkotika.
Dr. Diah menjelaskan bahwa change talk merupakan pernyataan yang muncul dari diri klien yang mencerminkan keinginan, kemampuan, alasan, kebutuhan, maupun komitmen untuk melakukan perubahan. Kemampuan petugas rehabilitasi dalam menggali serta memperkuat change talk dinilai menjadi faktor penting untuk membantu klien mengambil keputusan positif dan mempertahankan proses pemulihannya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tahapan perubahan perilaku yang meliputi fase pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, aksi, hingga pemeliharaan. Pemahaman terhadap setiap tahapan tersebut diharapkan mampu membantu petugas menyesuaikan pendekatan komunikasi berdasarkan tingkat kesiapan masing-masing klien.
Materi pelatihan turut mengulas teknik dasar Motivational Interviewing melalui pendekatan OARS, yakni Open-ended Questions, Affirmation, Reflective Listening, dan Summarizing. Teknik komunikasi tersebut dinilai efektif untuk membangun hubungan terapeutik, mengurangi resistensi, serta meningkatkan keterlibatan aktif klien dalam menyusun rencana pemulihan.
Dalam pelatihan tersebut juga dibahas berbagai strategi membangkitkan change talk melalui pertanyaan evokatif, eksplorasi tujuan dan nilai hidup, penggunaan readiness ruler, hingga teknik refleksi yang membantu klien memahami konsekuensi perilaku sekaligus memperkuat komitmen untuk berubah.
Sebaliknya, petugas rehabilitasi juga diingatkan untuk menghindari berbagai hambatan komunikasi, seperti menghakimi, memberikan solusi secara prematur, maupun mendominasi percakapan karena dapat menghambat efektivitas proses konseling.
Berbekal pengalaman panjang dalam pengembangan layanan rehabilitasi, termasuk pernah menjabat sebagai Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dr. Diah menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh intervensi medis dan psikososial, tetapi juga oleh kemampuan petugas membangun komunikasi yang empatik, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan klien.
Melalui penguatan kompetensi ini, BNN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi yang profesional, humanis, dan berkelanjutan. Dengan kemampuan komunikasi terapeutik yang semakin baik, petugas rehabilitasi diharapkan mampu mendukung keberhasilan pemulihan penyalahguna dan pecandu narkotika sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
