KSP Pastikan Sekolah Rakyat Berjalan, Anak Kurang Mampu Dapat Akses Pendidikan
SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (21/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pendidikan serta fasilitas yang diperuntukkan bagi para siswa berjalan dengan baik.
Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini juga diarahkan untuk membantu mencegah terjadinya putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Pemerintah menargetkan pembangunan 590 Sekolah Rakyat hingga 2029. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
KSP terus mengawal pelaksanaan program pendidikan tersebut agar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Penguatan sektor pendidikan dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk belajar, mengembangkan potensi, serta meningkatkan kemampuan dan daya saing mereka.
Peninjauan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Serdang Bedagai menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program tersebut berjalan di daerah, termasuk dari sisi penyelenggaraan pendidikan dan ketersediaan fasilitas bagi para siswa.
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan, sehingga kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan masa depan mereka.
