Suriah Bangun Kekuatan Militer Besar, Walla: Al-Sharaa Disebut Siapkan Opsi Hadapi Hizbullah dan Milisi Irak

0
1789791178971-1

DAMASKUS – Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa dilaporkan tengah mempercepat pembangunan kembali kekuatan militer negaranya dengan membentuk tentara reguler dalam skala besar serta melakukan pengadaan berbagai sistem persenjataan.

Laporan tersebut disampaikan media Israel Walla pada 17 September 2026. Mengutip sumber keamanan Israel dan penilaian di lingkungan militer Israel, Walla menyebut pembangunan kekuatan militer Suriah dinilai berkaitan dengan persiapan menghadapi berbagai kemungkinan konflik regional.

Menurut sumber yang dikutip Walla, rencana operasional yang dikaitkan dengan Al-Sharaa diarahkan antara lain pada kemungkinan menghadapi Hizbullah di Lebanon serta kelompok-kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di Irak. Namun, informasi tersebut merupakan penilaian dari sumber keamanan Israel dan belum dapat diperlakukan sebagai konfirmasi resmi mengenai rencana perang pemerintah Suriah.

Walla melaporkan bahwa Al-Sharaa disebut menunggu momentum yang dianggap tepat. Momentum tersebut dikaitkan dengan tercapainya tahap lanjut pembangunan kekuatan militer Suriah serta berkurangnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan, khususnya di Irak.

Menurut penilaian sumber keamanan Israel yang dikutip media tersebut, berkurangnya kehadiran militer AS dapat mengurangi kemampuan Washington untuk mencegah atau membatasi langkah militer Suriah di kawasan.

Israel Disebut Kehilangan Peluang Diplomatik

Dalam laporan yang sama, sumber keamanan Israel menilai Israel telah kehilangan kesempatan yang dianggap penting untuk mencapai kesepakatan dengan Al-Sharaa ketika posisi pemerintah Suriah masih relatif lemah dan baru terbentuk.

Menurut sumber tersebut, pada periode awal pemerintahan Al-Sharaa, Israel dinilai masih memiliki ruang untuk mendorong pengaturan terkait wilayah perbatasan serta status Dataran Tinggi Golan.

Namun, seiring dengan perubahan kondisi politik dan militer Suriah, peluang tersebut disebut semakin menyempit.

Walla menggambarkan perubahan Suriah berlangsung relatif cepat, dari negara yang baru keluar dari fase konflik panjang menjadi negara yang berupaya membangun kembali struktur militer reguler dan meningkatkan kemampuan pertahanannya.

Perubahan Keseimbangan Regional

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari dinamika keamanan yang lebih luas di kawasan Levant dan Timur Tengah, terutama menyangkut hubungan Suriah dengan Lebanon, Iran, Turki, Israel, serta Amerika Serikat.

Dalam laporan Walla, sumber keamanan Israel juga menyebut bahwa Israel kini perlu meningkatkan pengumpulan informasi mengenai struktur, personel, serta kemampuan militer Suriah dan menyiapkan berbagai opsi operasional.

Meski demikian, penilaian tersebut perlu dibaca dalam konteks sumbernya. Walla secara eksplisit mendasarkan laporan pada sumber keamanan Israel, sehingga sejumlah kesimpulan mengenai niat dan rencana operasional pemerintah Suriah belum merupakan pernyataan resmi dari Damaskus.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kembali militer Suriah berpotensi menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi konfigurasi keamanan regional dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber: Walla News, 17 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *