Edi Purwanto Ungkap Rp90 Miliar untuk Jalan Tanjab Timur: “Bupatinya Agak Cerewet, Tanya Terus”
TANJUNG JABUNG TIMUR — Harapan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, terhadap perbaikan infrastruktur jalan mendapat angin segar. Sekitar Rp90 miliar disebut dialokasikan untuk penanganan sejumlah ruas jalan di daerah tersebut melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026.
Informasi tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjab Timur dan meninjau sejumlah ruas jalan yang masuk dalam program penanganan infrastruktur.
Edi meninjau antara lain ruas jalan di wilayah Kecamatan Rantau Rasau dan Muara Sabak Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan perbaikan jalan Tanjab Timur telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah pusat.
Menurut Edi, perjuangan mendapatkan dukungan anggaran tersebut juga tidak terlepas dari komunikasi intensif pemerintah daerah dengan dirinya dan pihak terkait di tingkat pusat.
“Beliau beberapa kali ketemu saya, menceritakan bahwa ruas Tanjung Jabung Timur itu jalan yang mantap hanya 16 persen,” kata Edi.
Edi menyebut kunjungannya ke Tanjab Timur kali ini merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya menerima aspirasi mengenai kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Bupati Dillah Disebut “Agak Cerewet”
Ada cerita menarik ketika Edi menggambarkan intensitas komunikasi Bupati Tanjab Timur Dillah Hikmah Sari dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan jalan.
Dengan nada bercanda, Edi menyebut Bupati Dillah sebagai kepala daerah yang “agak cerewet” karena terus menanyakan perkembangan usulan pembangunan jalan.
“Bupatinya agak cerewet, tanya terus. Tidak apa-apa bagi kita, tidak masalah,” ujar Edi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks positif untuk menggambarkan kegigihan pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi pembangunan kepada pemerintah pusat.
Edi mengatakan, Tanjab Timur pada tahun sebelumnya belum mendapatkan alokasi melalui skema IJD. Karena itu, menurut dia, perjuangan untuk memperoleh dukungan anggaran pada 2026 dilakukan lebih intensif.
“Karena memang tahun kemarin Tanjung Jabung Timur belum dapat jatah, maka tahun ini kita dapat yang agak lebih besar,” jelasnya.
Kondisi geografis Tanjab Timur yang banyak berada di kawasan gambut juga menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan.
“Memang kontur di sini gambut,” ujar Edi.
Dua Ruas Jalan Ditarget Mulai Dikerjakan Oktober
Dalam kunjungan tersebut, Edi meninjau sejumlah ruas yang direncanakan mendapatkan penanganan. Salah satunya ruas Simpang Kantor Camat Rantau Rasau menuju IPA Panjang dengan panjang sekitar 4,8 kilometer.
Ruas lainnya adalah Simpang Kantor Camat menuju Simpang Tugu Sawit, dengan panjang sekitar 4 hingga 5 kilometer.
Edi menyampaikan bahwa proses desain dan tender ditargetkan berlangsung pada September 2026. Apabila tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik ditargetkan mulai pada Oktober.
“Desain kita bulan ini, tender juga bulan ini. Insya Allah kalau terkejar akhir bulan ini kita kerjakan. Oktober sudah pasti dikerjakan,” tegasnya.
Namun, Edi mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak mengorbankan kualitas pekerjaan.
Menurutnya, pembangunan jalan harus dilakukan dengan standar kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kualitasnya, sekali lagi kualitasnya harus bagus,” tegas Edi.
Masyarakat Menunggu Jalan Benar-Benar Dikerjakan
Dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Tanjab Timur yang selama ini menghadapi persoalan konektivitas akibat kondisi sejumlah ruas jalan.
Sebelumnya, ANTARA Jambi melaporkan bahwa ruas lintas Sabak menuju Rantau Rasau sepanjang sekitar 33 kilometer mengalami kerusakan pada sebagian besar bagiannya dan telah didorong untuk mendapatkan dukungan pembiayaan melalui pemerintah pusat. Edi juga menyatakan fokus pada ruas tersebut karena memiliki fungsi penting bagi mobilitas dan distribusi barang.
Bagi Tanjab Timur yang memiliki karakter geografis gambut, jalan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat.
Program IJD sendiri merupakan salah satu skema pemerintah pusat untuk mendukung penanganan jalan daerah. Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya menyebut program tersebut berperan dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kini, setelah dukungan anggaran dan rencana pekerjaan disampaikan, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, tepat sasaran, tepat waktu, dan menghasilkan jalan dengan kualitas sebagaimana yang diharapkan.
Bagi masyarakat Tanjab Timur, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya besarnya anggaran yang diumumkan, melainkan ketika jalan benar-benar dikerjakan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung.
Karena itu, pengawalan terhadap proses desain, tender, pelaksanaan konstruksi hingga kualitas pekerjaan menjadi bagian penting agar anggaran sekitar Rp90 miliar tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
