Di Tengah Kepungan Asap Karhutla, Wapres Gibran Tinjau Rehabilitasi Orangutan di Palangka Raya

0
1789148508040

PALANGKA RAYA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming tetap melanjutkan kunjungannya ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026), di tengah kondisi udara yang diselimuti pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi pejuang satwa dan dokter hewan dari Jakarta. Ia memastikan penanganan dampak karhutla terhadap satwa dan habitatnya dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

Gibran menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada keselamatan manusia. Satwa dan habitatnya juga harus menjadi bagian penting dalam upaya penanganan serta pemulihan dampak bencana ekologis tersebut.

Dalam peninjauannya, Wapres melihat langsung proses rehabilitasi orangutan yang terdampak kondisi lingkungan akibat karhutla. Ia juga berdialog dengan para relawan dan tim yang selama ini terlibat dalam upaya perlindungan satwa.

Selain meninjau kondisi satwa, Wapres turut menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung penanganan satwa, di antaranya obat-obatan, bawang bombay, serta alat nebulizer.

Menurut Gibran, perlindungan satwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemulihan lingkungan. Penanganan terhadap satwa yang terluka atau terdampak karhutla harus berjalan beriringan dengan pemulihan habitat tempat mereka hidup.

Pemulihan tersebut mencakup ketersediaan pakan dan air yang memadai agar satwa dapat kembali bertahan di habitatnya.

Wapres juga menyoroti pentingnya langkah antisipatif terhadap berbagai gangguan ekosistem pascakarhutla. Perubahan kondisi habitat dapat memengaruhi pola pergerakan satwa dan berpotensi meningkatkan interaksi antara satwa liar dengan manusia.

Karena itu, penanganan dampak karhutla membutuhkan kerja sama lintas pihak. Pemerintah, komunitas, relawan, masyarakat, dokter hewan, hingga yayasan yang bergerak di bidang konservasi memiliki peran penting dalam memastikan satwa yang terdampak mendapatkan penanganan yang tepat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelamatan dan rehabilitasi satwa, tetapi berlanjut hingga pemulihan habitat dan ekosistem yang menjadi ruang hidup mereka.

Kunjungan Wapres Gibran ke Palangka Raya menjadi penegasan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu. Perlindungan manusia, penyelamatan satwa, serta pemulihan lingkungan merupakan bagian yang saling berkaitan dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *