Panglima TNI Dampingi Presiden di Sidang Paripurna DPR, TNI Tegaskan Dukungan Penuh Program Strategis Nasional

0
1779392214430

SOROTAN PUBLIK — Panglima TNI Agus Subiyanto menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 bersama jajaran pimpinan TNI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/05/2026). Kehadiran unsur pimpinan TNI dalam forum kenegaraan tersebut memperlihatkan komitmen kuat institusi pertahanan dalam mendukung agenda strategis nasional pemerintah.
Turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda tersebut yakni Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali, serta Kepala Staf Angkatan Udara Mohamad Tonny Harjono.

Dalam pidatonya di hadapan DPR RI, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah serta arah kebijakan strategis nasional. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penguatan ketahanan pangan nasional sebagai fondasi stabilitas negara di tengah dinamika global.
Presiden menyebut pemerintah berhasil mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras nasional dalam skala yang disebut sebagai capaian bersejarah.
“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia,” ujar Presiden saat memaparkan capaian sektor pangan nasional.

Presiden juga mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah telah melampaui 5,3 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Menurut pemerintah, peningkatan cadangan pangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan nasional.
Selain sektor pangan, Presiden menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk nasional hingga 20 persen, yang dinilai menjadi langkah strategis untuk membantu produktivitas petani dan menjaga kesejahteraan sektor pertanian.
“Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan,” tegas Presiden.

Di bidang sosial, Presiden turut menekankan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau 62,4 juta penerima setiap hari, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dalam perspektif pembangunan nasional, keterlibatan TNI dalam agenda tersebut tidak hanya bersifat simbolis.

Sebagai komponen utama pertahanan negara, TNI menegaskan kesiapan mendukung berbagai program strategis pemerintah melalui sinergi lintas sektor.
Dukungan tersebut dipandang menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *