“Samakan Arah, Jangan Saling Melemahkan!” Syaikh Muhammad Zuhri Soroti Arah Perjuangan AMPB Pati

0
1788943809941

Sorotan Publik — Seruan untuk menjaga persatuan gerakan rakyat kembali mencuat setelah Syaikh Muhammad Zuhri, yang dikenal melalui pesan-pesan “Fatwa Kehidupan”, menyampaikan kritik terhadap dinamika perjuangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Dalam pesannya yang beredar, Syaikh Muhammad Zuhri menilai sesama pihak yang mengatasnamakan perjuangan rakyat seharusnya tidak saling melemahkan. Menurutnya, perbedaan sikap semestinya diselesaikan dengan mencari titik temu dan menyamakan arah perjuangan.

“Harusnya bersatu cari solusinya, gimana langkah baiknya. Kok malah saling melemahkan. Disuruh turun langsung mengawal banyak alasan, sudah deh kok saling nyalahin,” demikian inti pesan yang disampaikannya.

Ia bahkan mengingatkan bahwa konflik internal dan saling menyalahkan justru dapat membuat perjuangan kehilangan fokus.

Syaikh Muhammad Zuhri: Solusinya Hanya Satu, Samakan Arah

Dalam pernyataan berikutnya, Syaikh Muhammad Zuhri menyebut bahwa menurut pandangannya hanya ada satu jalan untuk menyatukan kembali gerakan, yakni menyamakan arah perjuangan.

Ia menyebut dua hal yang dianggapnya sebagai arah perjuangan rakyat, yaitu RUU Perampasan Aset yang secara khusus berkaitan dengan tindak pidana korupsi serta hukuman mati bagi koruptor.

“Solusinya cuman satu saja, samakan arah,” tegasnya.

Dua tuntutan tersebut, menurut pandangan yang ia sampaikan, merupakan garis perjuangan yang sebelumnya menjadi dasar dukungannya terhadap gerakan AMPB.

Kritik terhadap Kesepakatan AMPB dengan DPR

Sorotan kemudian diarahkan pada kesepakatan yang disebut terjadi antara AMPB dan DPR.

Syaikh Muhammad Zuhri mempertanyakan arah perjuangan AMPB setelah adanya kesepakatan tersebut. Ia membandingkan tuntutan awal yang menurutnya berfokus pada pemberantasan korupsi dengan pembahasan mengenai RUU Perampasan Aset untuk tindak pidana umum.

Menurutnya, perubahan arah tersebut berpotensi membuat cakupan aturan menjadi lebih luas dan dalam pandangannya dapat berdampak kepada masyarakat.

“Kalau mau searah, yah AMPB mesti umumkan kesepakatan dengan DPR tidak berlaku, karena bukan tuntutan rakyat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan sikap tegas bahwa jika arah perjuangan sudah berbeda, maka AMPB semestinya tidak lagi menggunakan nama rakyat untuk memperkuat tuntutan yang menurutnya telah mengalami perubahan arah.

“Kalau arah beda, yah sudah beda saja, jangan bawa-bawa nama rakyat lagi,” demikian pesan Syaikh Muhammad Zuhri.

Perbedaan Arah dan Masa Depan Gerakan

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya perdebatan mengenai batas tuntutan, arah gerakan, serta siapa yang berhak mengklaim representasi suara rakyat.

Di satu sisi, perjuangan pemberantasan korupsi dan upaya merampas aset hasil tindak pidana merupakan isu yang memiliki perhatian publik luas. Namun di sisi lain, setiap perubahan substansi tuntutan perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan perbedaan tafsir di tengah masyarakat.

Kritik Syaikh Muhammad Zuhri pada akhirnya dapat dibaca sebagai dorongan agar gerakan yang membawa nama rakyat memiliki garis perjuangan yang jelas dan konsisten.

Sebab, persatuan tidak hanya membutuhkan jumlah massa yang besar. Persatuan juga membutuhkan kesamaan tujuan, transparansi keputusan, dan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya diperjuangkan.

Perbedaan pendapat adalah bagian dari dinamika gerakan. Tetapi ketika perbedaan tersebut menyangkut arah perjuangan, publik berhak mengetahui apa yang berubah, mengapa berubah, dan siapa yang mengambil keputusan.

Pada titik inilah pesan “samakan arah” menjadi relevan: jangan sampai perbedaan strategi justru membuat perjuangan antikorupsi kehilangan fokus dan kepercayaan publik.

Rakyat berhak tahu. Rakyat cerdas. Rakyat berdaulat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *