Kemarau Panjang Melanda Jambi, Al Haris Bersama Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa
Pemerintah Provinsi Jambi bersama ribuan masyarakat menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Jambi.
Salat Istisqa berlangsung di Lapangan Garuda, kompleks Kantor Gubernur Jambi, Rabu (2/9/2026) pagi. Salat dipimpin Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Dr KH Zainul Arifin.
Gubernur Jambi Al Haris turut hadir bersama masyarakat dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus doa bersama agar Allah SWT segera memberikan hujan bagi masyarakat Jambi.
“Kalau melihat ramalan BMKG, kita ini sampai Oktober masih kemarau seperti ini,” kata Al Haris.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran pemerintah dan masyarakat terhadap kondisi kemarau yang masih berlanjut. Situasi cuaca kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, mengganggu ketersediaan air, serta memberikan tekanan terhadap aktivitas masyarakat yang bergantung pada kondisi cuaca dan sumber air.
Salat Istisqa sendiri merupakan salat sunah yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan ketika terjadi kekeringan.
Di tengah kondisi tersebut, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersatu dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Ikhtiar spiritual tersebut juga berjalan beriringan dengan upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diharapkan tetap menjaga sumber air, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta mengikuti imbauan pemerintah selama kondisi cuaca kering berlangsung.
Bagi masyarakat Jambi, hujan bukan sekadar perubahan cuaca. Turunnya hujan sangat berarti bagi ketersediaan air, lingkungan, pertanian, perkebunan, serta aktivitas kehidupan sehari-hari.
Dari Lapangan Garuda, doa dan harapan ribuan masyarakat Jambi dipanjatkan agar kemarau segera berakhir dan hujan kembali membasahi bumi Jambi.
