Purbaya Yudhi Sadewa: Permintaan MBG Masih Besar, BGN Diminta Buka Data Sekolah yang Mengajukan

0
1788306780911-1

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih memiliki permintaan yang cukup besar dari masyarakat. Hal itu disampaikannya setelah berdiskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengenai perkembangan pelaksanaan program tersebut.

Dalam pembicaraan tersebut, Purbaya menanyakan secara langsung kepada BGN mengenai jumlah sekolah yang masih menginginkan layanan MBG.

Menurut Purbaya, tingginya permintaan dari sekolah maupun wali murid dapat menjadi salah satu indikasi bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai memberikan manfaat oleh sebagian masyarakat.

Purbaya bahkan meminta agar data mengenai sekolah yang mengajukan atau masih membutuhkan layanan MBG dapat dibuka kepada publik.

Data Permintaan MBG Dinilai Penting

Keterbukaan data dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat kebutuhan masyarakat terhadap program MBG.

Dengan mengetahui jumlah sekolah yang mengajukan layanan, pemerintah dan publik dapat melihat seberapa besar kebutuhan program tersebut di berbagai daerah sekaligus mengevaluasi efektivitas pelaksanaannya.

Namun, besarnya kebutuhan tersebut berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kemampuan fiskal negara. Program MBG membutuhkan anggaran dalam jumlah besar sehingga keberlanjutan pembiayaannya menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan pemerintah.

Kekhawatiran Fiskal Tetap Jadi Perhatian

Purbaya juga menyinggung adanya perhatian terhadap dampak anggaran MBG terhadap kondisi fiskal. Kekhawatiran mengenai potensi pelebaran defisit bahkan disebut turut menjadi perhatian kalangan investor.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan ekspansi program tetap berjalan dengan mempertimbangkan kapasitas anggaran negara.

Di sisi lain, perluasan layanan MBG tetap diarahkan kepada wilayah yang masih membutuhkan akses terhadap pemenuhan gizi.

BGN Perluas Layanan ke Wilayah 3T

BGN berencana memperluas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pondok pesantren, serta sejumlah daerah di luar Jawa.

Perluasan tersebut diarahkan agar manfaat program MBG tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang memiliki akses layanan lebih baik, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan.

Purbaya memastikan ekspansi tersebut tidak dilakukan dengan menambah total anggaran. Pembiayaan perluasan akan dilakukan melalui realokasi dana dari pos anggaran yang telah tersedia.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara tingginya kebutuhan masyarakat terhadap MBG dan kehati-hatian dalam mengelola keuangan negara.

Perkembangan jumlah sekolah penerima maupun pengaju layanan MBG selanjutnya menjadi salah satu data penting untuk melihat seberapa besar kebutuhan riil masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *