Pesta Ultah “Kembali Muda” Istri Sekda Kalsel Disorot di Tengah Kepungan Kabut Asap Karhutla
SOROTAN PUBLIK — Sebuah pesta ulang tahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi perhatian publik setelah digelar ketika sejumlah wilayah Kalimantan Selatan tengah menghadapi persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Acara yang mengusung tema “Kembali Muda” tersebut merupakan perayaan ulang tahun ke-58 Hj. Masrupah Syarifuddin, istri dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Selatan.
Pesta tersebut diketahui berlangsung di Banjarmasin pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Momentum perayaan itu kemudian memunculkan sorotan di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan penyelenggaraan pesta di tengah situasi lingkungan yang sedang menghadapi kabut asap akibat karhutla.
Sorotan Muncul di Tengah Persoalan Kabut Asap
Kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan serius karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara.
Dalam situasi seperti itu, acara perayaan yang melibatkan keluarga pejabat daerah menjadi lebih mudah mendapatkan perhatian publik, terutama ketika dokumentasi kegiatan beredar di ruang digital.
Tema “Kembali Muda” yang digunakan dalam pesta tersebut pun ikut menjadi bahan pembicaraan warganet.
Namun, sorotan di media sosial perlu dibedakan dari fakta mengenai penyelenggaraan acara dan kondisi karhutla itu sendiri. Penilaian publik terhadap kepantasan acara merupakan bagian dari respons masyarakat, sementara fakta mengenai sumber kabut asap, tingkat keparahan karhutla, serta dampaknya tetap perlu merujuk pada data dan keterangan resmi.
Publik Soroti Sensitivitas Pejabat di Tengah Bencana
Peristiwa tersebut kembali membuka perdebatan mengenai sensitivitas pejabat dan keluarga pejabat ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan lingkungan dan bencana.
Di satu sisi, ulang tahun merupakan urusan pribadi dan keluarga. Namun di sisi lain, posisi keluarga seorang pejabat publik membuat aktivitas yang berlangsung di ruang publik dapat memperoleh perhatian lebih besar dibandingkan acara masyarakat biasa.
Karena itu, yang menjadi perhatian bukan semata-mata soal pesta ulang tahun, melainkan bagaimana pejabat publik dan keluarganya menunjukkan empati serta sensitivitas terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kabut asap dan karhutla.
Pada akhirnya, masyarakat tentu berharap penanganan karhutla tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian serius, transparansi penanganan kebakaran, informasi kualitas udara, perlindungan masyarakat, serta langkah pencegahan karhutla menjadi hal yang jauh lebih penting untuk dikawal bersama.
Sorotan publik terhadap sebuah acara juga dapat menjadi pengingat bahwa di era media sosial, setiap kegiatan yang berkaitan dengan keluarga pejabat dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat.
Kini, yang paling dinantikan adalah langkah nyata pemerintah dalam memastikan persoalan karhutla dan kabut asap di Kalimantan Selatan segera tertangani secara serius.
