Botok Tarik Mundur Massa AMPB dari Demo DPR, Khawatir Penyusup dan Jebakan Kerusuhan

0
1788167973858

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memilih menarik mundur massa dari aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dirinya melihat situasi aksi yang dinilai semakin tidak kondusif. Ia mengaku khawatir massa dari Pati terjebak dalam kericuhan dan justru berhadapan dengan persoalan hukum.

Dalam aksi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan utama, yakni mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta meminta penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Botok bersama 13 warga Pati sebelumnya diperbolehkan masuk ke Gedung DPR RI sekitar pukul 10.00 WIB. Perwakilan AMPB kemudian diterima oleh tiga Wakil Ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan DPR disebut menjanjikan RUU Perampasan Aset akan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Bahkan, pimpinan DPR disebut siap mundur dari jabatan apabila tenggat waktu tersebut terlewati.

Usai audiensi, perwakilan AMPB keluar dari gedung DPR RI dan kembali menyampaikan orasi. Massa kemudian membubarkan diri serta membongkar tenda aksi sekitar pukul 13.00 WIB.

Botok Sebut Ada Kekhawatiran Penyusup

Keputusan menarik mundur massa kemudian mendapat sorotan setelah seorang pengemudi ojek online perempuan disebut melontarkan tudingan bahwa AMPB menerima amplop di dalam gedung DPR RI sehingga memilih membubarkan aksi.

Botok membantah anggapan tersebut. Menurutnya, keputusan menarik mundur massa tidak berkaitan dengan pemberian uang, melainkan karena kekhawatiran terhadap kondisi aksi yang dinilainya sudah tidak kondusif.

Botok mengaku khawatir adanya pihak yang menyusup ke dalam barisan massa dan berpotensi memicu kericuhan.

“Mobil komando pasukan dari Pati om Botok tarik mundur ya karena tahu banyak penyusup, banyak jebakan agar warga Pati terjebak dalam keributan, agar terjadi chaos dan nama Pati menjadi jelek dan teman-teman Pati banyak yang ditangkap polisi termasuk om Botok, kalau kita masuk perangkap,” ujar Botok, Jumat (28/8/2026).

Ia menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai upaya mencegah warga Pati terseret dalam kerusuhan yang dapat berujung pada penangkapan maupun persoalan hukum.

Sisa Donasi Disebut Diserahkan ke Masjid

Selain membubarkan massa, aksi AMPB juga menjadi perhatian karena adanya pengelolaan donasi yang dikumpulkan untuk mendukung kegiatan demonstrasi.

Sisa dana donasi disebut kemudian diserahkan kepada masjid di wilayah Pati.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dana yang masih tersisa setelah kebutuhan aksi dipenuhi.

AMPB sebelumnya datang ke Jakarta dengan membawa aspirasi terkait pemberantasan korupsi dan percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset. Keputusan menarik massa lebih awal menjadi bagian dari strategi mereka untuk menghindari potensi kericuhan sekaligus menjaga nama baik warga Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *