KH Nurul Huda Djazuli Kembali Dipercaya Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

0
1788152757002

JOMBANG — KH Nurul Huda Djazuli atau yang akrab disapa Mbah Yai Da kembali mendapat kepercayaan dari para muktamirin untuk menjadi salah satu dari sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang.

Amanah tersebut meneruskan kiprah KH Nurul Huda Djazuli pada Muktamar ke-34 NU di Lampung. Sebagai Mustasyar PBNU, kehadiran ulama sepuh ini dikenal sebagai salah satu rujukan keilmuan sekaligus sosok yang membawa kesejukan dalam kehidupan jam’iyah.

Warisan Keilmuan dan Keteladanan

KH Nurul Huda Djazuli merupakan putra dari muassis Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Salah satu warisan spiritual yang terus beliau pegang adalah thariqoh ta’lim wa ta’allum, yakni jalan pengabdian melalui aktivitas belajar dan mengajar.

Bagi Kiai Huda, pengabdian kepada Allah tidak hanya diwujudkan melalui wiridan, tetapi juga melalui keistiqamahan dalam mendidik santri, mengajarkan ilmu, serta mengaji kitab kuning. Salah satu aktivitas keilmuan yang terus dijalankan adalah pengkajian kitab Al-Hikam.

Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren tidak hanya diwariskan melalui teori, tetapi juga melalui praktik kehidupan sehari-hari dan pengabdian kepada umat.

NU dan Pesantren Tak Terpisahkan

Kiai Huda memiliki pandangan kuat bahwa Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Menurut prinsip yang beliau pegang, kuat atau lemahnya NU memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan pesantren sebagai pusat pendidikan keislaman dan pembentukan karakter umat.

Karena itu, beliau senantiasa mengingatkan para pengurus NU agar menjalankan amanah dengan hati yang ikhlas, menghindari pertengkaran, serta menjaga kerukunan.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam merawat tradisi dan warisan para masyayikh NU, terutama di tengah dinamika organisasi dan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Sembilan Ulama AHWA Muktamar ke-35 NU

Keterpilihan KH Nurul Huda Djazuli sebagai salah satu anggota AHWA menjadi bagian dari rangkaian sejarah kepemimpinan ulama sepuh NU yang kembali mendapat amanah dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Bagi kalangan pesantren dan warga Nahdliyin, kehadiran ulama sepuh dalam forum tertinggi NU tidak hanya memiliki arti organisatoris, tetapi juga menjadi simbol kesinambungan tradisi keilmuan, nasihat, dan keteladanan para masyayikh.

Kiai Huda menunjukkan bahwa pengabdian kepada umat dapat dilakukan melalui ketekunan merawat ilmu, mendidik santri, serta menjaga persatuan dan kerukunan.

Semoga KH Nurul Huda Djazuli senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, umur yang barokah, serta kemampuan untuk terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *