Hercules Respons Tantangan Habib Bahar, Pilih Telepon dan Ajak Silaturahmi: “Kasih Karpet Merah”

0
1788146839236-1

Sorotan Publik — Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, merespons pernyataan Habib Bahar bin Smith yang sebelumnya menyinggung persoalan premanisme di Jakarta setelah tewasnya Bambang Setiawan (59) dalam kasus pengeroyokan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Alih-alih membalas dengan nada keras, Hercules memilih menghubungi Habib Bahar melalui sambungan telepon.

Hercules mengatakan hubungannya dengan Habib Bahar selama ini sudah seperti kakak-adik dan saudara. Karena itu, ia meminta agar persoalan yang berkembang tidak membuat hubungan keduanya rusak akibat informasi yang beredar.

“Saya bilang, Bib, diam dulu Bib. Habib dengar saya dulu. Jangan Habib mendengar orang-orang,” ujar Hercules dalam video yang diunggah akun Instagram @rmol.id, Minggu (30/8/2026).

Hercules Bantah GRIB Jaya Terlibat di Pejompongan

Dalam komunikasi tersebut, Hercules juga menjelaskan mengenai keberadaan anggota GRIB Jaya ketika aksi demonstrasi berlangsung.

Menurut Hercules, memang ada anggota GRIB Jaya yang turun ke jalan, tetapi mereka berada di wilayah Jakarta Barat dan tidak berada di lokasi pengeroyokan Bambang Setiawan di Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Yang mati ini Jakarta Pusat, jauh dari Jakarta Barat. Kami itu tidak ke Pejompongan,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan bantahan Hercules terhadap dugaan yang mengaitkan dirinya maupun GRIB Jaya dengan pengeroyokan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.

Sementara itu, siapa saja yang bertanggung jawab atas pengeroyokan tersebut tetap menjadi ranah penyelidikan aparat penegak hukum. Karena itu, keterlibatan pihak tertentu seharusnya tidak disimpulkan hanya berdasarkan informasi atau tudingan yang beredar di media sosial.

Pilih Silaturahmi, Bukan Duel

Hercules kemudian mengajak Habib Bahar untuk bertemu secara langsung.

Ia bahkan menyatakan siap menerima kedatangan Bahar di kantornya dan membuka ruang silaturahmi serta komunikasi secara langsung.

“Besok dia mau silaturahmi ke kantor saya. Habis kita silaturahmi, kita ngopi. Dengan senang hati aku kasih karpet merah buat Habib,” ujar Hercules.

Ajakan tersebut sekaligus menunjukkan pilihan Hercules untuk menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi langsung, bukan melalui konfrontasi terbuka.

Pertemuan keduanya diharapkan dapat menjadi ruang untuk meluruskan informasi, menjaga hubungan baik, sekaligus mencegah isu yang berkembang berubah menjadi konflik antarkelompok.

Di tengah proses hukum atas kasus kematian Bambang Setiawan, publik tentu berharap seluruh pihak menahan diri dan menyerahkan pengungkapan siapa yang bertanggung jawab kepada aparat penegak hukum.

Yang tidak kalah penting, perbedaan pandangan maupun pernyataan keras di ruang publik tidak semestinya berkembang menjadi benturan fisik.

Hercules memilih telepon, klarifikasi, dan silaturahmi. Tantangan duel justru diarahkan menjadi pertemuan untuk ngopi dan mencari titik temu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *