Prabowo Mulai Proyek PLTS 100 GW, Tahap Awal 5,3 GW Diklaim Terbesar di Dunia

0
1788102239864

Program ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) di seluruh Indonesia mulai direalisasikan. Tahap awal ditandai dengan launching dan groundbreaking 14 proyek PLTS dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp pada Selasa (25/8/2026).

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut proyek tenaga surya tahap awal tersebut berpotensi menjadi proyek PLTS yang sedang berjalan dengan kapasitas terbesar di dunia.

“Ongoing project tenaga surya yang terbesar di dunia saat ini adalah di Uni Emirat Arab sebesar 5,2 gigawatt peak (GWp). Jadi, proyek tahap awal 5,3 GWp pun sudah menjadi ongoing project terbesar di dunia,” ujar Darmawan.

Investasi Rp135 Triliun

Sebanyak 14 proyek tahap awal tersebut akan dibangun di sejumlah wilayah yang menjadi pusat populasi dan industri, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung hingga Kepulauan Riau.

Total investasi untuk tahap awal diperkirakan mencapai sekitar 7,7 miliar dolar AS atau setara Rp135 triliun. Program tersebut juga diproyeksikan memberikan potensi penghematan APBN sekitar Rp4,6 triliun per tahun.

Pembangunan PLTS menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.

Target PLTS 1 MW per Desa

Program PLTS 100 GW juga diarahkan untuk mendukung elektrifikasi hingga tingkat desa. Salah satu konsep yang dikembangkan adalah pembangunan PLTS berkapasitas 1 megawatt (MW) untuk setiap desa.

Implementasi konsep tersebut telah dimulai di Pulau Sembur, Batam. Desa yang sebelumnya belum mendapatkan akses listrik kini dikembangkan dengan fasilitas pembangkit sekaligus penyimpanan energi.

Energi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk nelayan dan koperasi melalui fasilitas seperti cold storage dan ice maker.

Target 100 GW dalam Tiga Tahun

Pemerintah menargetkan program energi surya tersebut dapat dieksekusi secara masif dalam kurun waktu sekitar tiga tahun. Total kebutuhan investasi untuk keseluruhan program diperkirakan mencapai Rp1.140 triliun.

Program tersebut juga diklaim berpotensi menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun per tahun serta menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.

Selain memperkuat ketahanan energi, pembangunan PLTS berskala besar diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Pemerintah juga melihat program tersebut sebagai peluang untuk menarik investasi pada sektor teknologi energi bersih dan infrastruktur.

“Intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia,” kata Prabowo.

14 Proyek PLTS Tahap Awal

Berikut 14 proyek PLTS yang menjadi bagian dari tahap awal program:

  1. PLTS Tembesi – Kepulauan Riau
  2. PLTS Pulau Sembur – Kepulauan Riau
  3. PLTS Pulau Rengit – Kepulauan Bangka Belitung
  4. PLTS Saguling – Jawa Barat
  5. PLTS Purwakarta – Jawa Barat
  6. PLTS Jatiluhur – Jawa Barat
  7. PLTS Cirata – Jawa Barat
  8. PLTS Jatigede – Jawa Barat
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur – Jawa Tengah
  10. PLTS Karangkates – Jawa Timur
  11. PLTS Madura – Jawa Timur
  12. PLTS Pasuruan – Jawa Timur
  13. PLTS Banyuwangi – Jawa Timur
  14. PLTS Site Gilimanuk – Bali

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program PLTS 100 GW akan menjadi salah satu proyek transisi energi terbesar Indonesia dan dapat mengubah peta ketahanan energi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *