Topan Narra Picu Banjir di Guangxi, China, 54.000 Warga Dievakuasi
GUANGXI — Topan Narra memicu hujan deras dan banjir luas di wilayah Guangxi, China selatan, selama akhir pekan. Bencana tersebut memaksa puluhan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka, dengan Kabupaten Ningming menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Sebanyak 54.000 warga telah direlokasi akibat banjir, termasuk 8.087 orang yang dipindahkan ke tempat penampungan darurat, menurut laporan penyiar negara CCTV. Di Ningming, lebih dari 16.000 warga telah dievakuasi.
Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan permukaan air di 15 sungai melampaui batas peringatan pada sejumlah stasiun pemantauan. Rekaman udara memperlihatkan air banjir berwarna kecokelatan menggenangi sebagian wilayah Kota Chongzuo, termasuk jalan dan kawasan permukiman.
Tim Penyelamat Evakuasi Warga
Tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di kawasan terdampak. Petugas menggunakan perahu karet untuk menerjang genangan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Pemerintah China juga mengirimkan 47.000 bantuan darurat ke Guangxi pada 23 Agustus. Bantuan tersebut antara lain berupa tempat tidur lipat, selimut, handuk, dan jas hujan.
Selain bantuan pemerintah, sejumlah yayasan dan platform swasta turut berkolaborasi menyalurkan 27.000 barang tambahan, termasuk air kemasan, mi instan, roti, serta perlengkapan tanggap darurat untuk rumah tangga.
Ningming Jadi Salah Satu Wilayah Terparah
Di Ningming, hujan deras yang berlangsung terus-menerus menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir parah.
Seorang pemilik toko setempat menyebut hujan lebat berlangsung selama tiga hingga empat hari. Di sejumlah wilayah, ketinggian genangan dilaporkan mencapai sekitar 4 meter.
Banjir juga menyebabkan gangguan terhadap aliran listrik dan pasokan air di beberapa daerah. Pemerintah setempat mengaktifkan mekanisme tanggap darurat serta mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat penyelamatan dan relokasi warga.
Hujan Lebat Masih Mengancam China Selatan
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut di sebagian wilayah China selatan hingga Rabu. Guangxi, Guangdong, Hainan, dan Fujian diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan deras.
Topan Narra bertahan di atas Teluk Beibu dan diperkirakan tidak mencapai daratan. Namun, sistem cuaca tersebut tetap berpotensi membawa hujan lebat ke wilayah utara.
Bencana banjir kembali menunjukkan besarnya risiko cuaca ekstrem di China selatan. Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan pemantauan serta memastikan warga di wilayah rawan dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
