Taktis! Mentan Amran ACC 200 Ton Beras untuk Manggarai, Cukup Tanda Tangan di Secarik Kertas

0
1787483916830

MANGGARAI BARAT, NTT — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan beras bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, Mentan Amran langsung menyetujui permintaan bantuan sebanyak 200 ton.

Menariknya, proses administrasi bantuan tersebut diminta tidak menjadi penghambat. Ketika Wakil Bupati Manggarai Barat menyampaikan bahwa dirinya tidak membawa stempel, Mentan Amran meminta permintaan bantuan tetap dibuat secara sederhana melalui tanda tangan di atas kertas.

“Bisa nggak Pak Wakil Bupati tanda tangan? Ada stempelnya nggak? Stempel nggak ada, tulis tangan aja. Tulis tangan aja, kertas tulis tangan disaksikan. Udah, nggak apa-apa 200 ton. Minta aja 200 ton,” ujar Amran, Rabu (19/8/2026).

Mentan Amran: Jangan Sampai Bantuan Tertahan karena Administrasi

Amran menegaskan kebutuhan masyarakat terdampak bencana harus menjadi prioritas. Menurutnya, persoalan administrasi tidak boleh membuat bantuan pangan terlambat diterima warga.

Ia bahkan memastikan gudang beras pemerintah dapat segera dibuka untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“24 jam kami buka gudang. Jadi Bapak ambil aja dari gudang. Jadi nanti saya pulang, nanti di pesawat saya tanda tangan,” katanya.

Respons tersebut menjadi bentuk percepatan pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana tetap terpenuhi.

Amran juga memastikan bantuan tidak berhenti pada 200 ton. Jika persediaan kembali menipis, pemerintah daerah dapat mengajukan tambahan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kalau nanti belum cukup tiga bulan, atau baru dua bulan habis lagi, tambah! Jadi tidak ada alasan. Jangan ada saudara kita yang kelaparan. Ini perintah Bapak Presiden,” tegasnya.

Kebutuhan Beras Pengungsi Capai Ratusan Ton per Bulan

Besarnya bantuan yang dibutuhkan tidak terlepas dari jumlah masyarakat yang terdampak gempa dan masih membutuhkan dukungan pangan.

Dalam dialog tersebut, Amran menyebut jumlah pengungsi di wilayah Manggarai mencapai sekitar 59 ribu orang.

Dengan asumsi kebutuhan beras sekitar 9 kilogram per orang setiap bulan, kebutuhan beras untuk 59 ribu orang diperkirakan mencapai sekitar 531 ton per bulan.

“Pengungsinya rata-rata Manggarai 59 ribu. Kalau dikali kebutuhan beras per orang satu bulan itu 9 kilo, 531 ribu. Lima ratus ton kan? Lima ratus ton. Gak masalah,” kata Amran.

Karena itu, pemerintah memastikan pasokan beras dapat terus ditambah apabila stok bantuan kembali berkurang.

“Pangan beras kita jamin. Pemerintah jamin,” tegasnya.

Bantuan Beras Diberikan Gratis

Amran memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya.

“Tidak ada bayar-bayar, nggak ada. Yang kita kirim ini adalah khusus diberikan gratis kepada Bapak-Ibu semua,” ujarnya.

Selain beras, bantuan yang disiapkan pemerintah juga mencakup mi instan, minyak goreng dan gula.

Secara keseluruhan, pemerintah disebut telah menyiapkan bantuan beras sebanyak 6.801 ton untuk lima kabupaten di NTT yang terdampak gempa, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka dan Nagekeo.

Bantuan tersebut terdiri atas bantuan untuk penanganan bencana serta bantuan pangan reguler.

Pengajuan Bantuan Bisa Dibantu PPL

Mentan Amran kembali menekankan bahwa penanganan masyarakat terdampak bencana harus mengutamakan kecepatan dan kemudahan.

Ia meminta prosedur administratif tidak dibuat rumit hingga menghambat masyarakat mendapatkan bantuan.

Pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui pemerintah daerah. Bahkan, proses tersebut dapat dibantu oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Itu cukup PPL. Kita bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita, orang kita, rakyat Indonesia yang butuh bantuan,” tegas Amran.

Menurutnya, percepatan tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat ketika paling dibutuhkan.

Langkah Mentan Amran menyetujui bantuan 200 ton beras dengan proses administrasi sederhana tersebut menjadi gambaran respons cepat pemerintah dalam menghadapi kebutuhan pangan masyarakat di tengah situasi bencana.

Pemerintah juga memastikan bantuan dapat kembali ditambah apabila kebutuhan masyarakat di lapangan meningkat atau persediaan yang tersedia mulai menipis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *