Karhutla Kobar Makin Meluas, Status Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 4 September 2026
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Status tanggap darurat yang sebelumnya berlaku diperpanjang selama dua pekan, mulai 21 Agustus hingga 4 September 2026. Kebijakan tersebut diambil karena ancaman karhutla di wilayah Kobar masih dinilai tinggi.
Berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026, tercatat sebanyak 189 kejadian karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 859,490 hektare.
Ancaman Karhutla Masih Tinggi
Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Cuaca panas dan kondisi vegetasi yang kering membuat potensi kebakaran masih tinggi. Situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi petugas yang melakukan penanganan dan pemadaman di lapangan.
Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah menyampaikan hal tersebut saat meninjau Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Kantor BPBD.
Menurutnya, keputusan memperpanjang status tanggap darurat diambil karena ancaman karhutla belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Ratusan Karhutla, Ratusan Hektare Lahan Terbakar
Hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 189 kejadian karhutla telah tercatat di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 859,490 hektare. Angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang masih harus dihadapi pemerintah daerah, petugas pemadam, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.
Dengan diperpanjangnya status tanggap darurat hingga 4 September 2026, upaya pemadaman, pencegahan, pemantauan titik api, serta koordinasi antarinstansi akan terus diperkuat.
Ancaman Karhutla di Kalimantan
Kondisi karhutla di Kobar menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih serius di Kalimantan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar.
Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat dapat diminimalkan.
Pray for Kalimantan dan NTT. Semoga seluruh wilayah yang terdampak bencana segera mendapatkan penanganan dan kondisi kembali aman.
