Dedi Mulyadi Klarifikasi Isu “SSB”, Kuda hingga Narasi Kudeta yang Beredar di Podcast
BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya @Dedimulyadi71 pada 21 Agustus 2026 terkait pembahasan dalam sebuah tayangan podcast yang menyinggung istilah “SSB”, sosok yang disebut kerap menggunakan kuda di Bandung, hingga narasi mengenai dugaan kudeta pada Oktober.
Dalam tayangan tersebut, nama Dedi Mulyadi tidak disebut secara langsung. Dedi mengatakan pada awalnya tidak berniat memberikan tanggapan karena dirinya memang tidak disebut dalam pembahasan tersebut.
Namun, Dedi kemudian merasa perlu memberikan klarifikasi setelah muncul penyebutan mengenai sosok yang disebut kerap menggunakan kuda di Bandung. Menurutnya, ciri tersebut kemudian dikaitkan dengan dirinya yang dikenal dengan inisial KDM.
Dedi mengatakan telah melakukan pengecekan kepada sejumlah pihak untuk memastikan informasi yang berkembang sebelum memberikan tanggapan.
Dedi Luruskan Istilah SSB
Salah satu hal yang menjadi perhatian Dedi adalah penggunaan istilah “SSB” dalam pembahasan podcast tersebut.
Dedi menjelaskan bahwa SSB yang ia kenal sejak berada di Purwakarta hingga saat ini di Bandung merupakan singkatan dari Sekolah Sepak Bola.
Ia membantah pemaknaan SSB sebagaimana yang disebutkan dalam pembahasan podcast.
Menurut Dedi, istilah tersebut tidak berkaitan dengan makna lain yang dikaitkan dengan Singapura, Solo, dan Bandung.
Klarifikasi soal Narasi Kudeta
Dedi juga memberikan tanggapan mengenai istilah “kudeta” yang muncul dalam pembahasan tersebut.
Ia mengatakan dirinya memang “dikudeta”, tetapi menggunakan istilah tersebut dalam konteks berbeda.
Menurut Dedi, yang dimaksud adalah harapan masyarakat Jawa Barat agar berbagai persoalan yang mereka hadapi dapat segera diselesaikan melalui kepemimpinannya sebagai gubernur.
Dengan demikian, istilah kudeta yang digunakan Dedi bukan merujuk pada pengambilalihan kekuasaan secara politik.
Dedi juga menanggapi pembahasan yang menyinggung dugaan motif uang. Ia mengatakan penghasilannya saat ini sudah cukup sehingga tidak memiliki alasan untuk mencari keuntungan melalui hal-hal sebagaimana yang dibicarakan dalam tayangan tersebut.
Fokus pada Pemerintahan dan Pembangunan Jabar
Dedi menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui kerja nyata, termasuk dalam bidang pangan dan energi.
Menurut Dedi, berbagai opini dan isu yang berkembang di ruang publik sebaiknya tidak sampai menimbulkan keresahan masyarakat maupun membuat investor takut menanamkan modal.
Ia juga mengingatkan agar narasi yang berkembang tidak digunakan untuk memecah belah masyarakat.
Dedi kemudian menutup tanggapannya dengan meminta doa agar diberikan kesehatan sehingga dapat terus menjalankan tugas dan bekerja untuk masyarakat serta bangsa.
Klarifikasi tersebut disampaikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya @Dedimulyadi71 pada 21 Agustus 2026. Adapun pembahasan mengenai podcast dan berbagai istilah yang disebut dalam tanggapan tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks tayangan secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
