Haerul, Montir Asal Pinrang yang Merakit Pesawat dari Barang Bekas hingga Berhasil Terbang

0
1787232301577

PINRANG – Kisah Haerul, warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu cerita inspiratif tentang kegigihan mengejar mimpi di tengah keterbatasan. Berbekal kemampuan sebagai montir sepeda motor dan pengetahuan yang dipelajari secara otodidak, Haerul berhasil merakit pesawat ultralight dan menerbangkannya.

Haerul diketahui putus sekolah ketika masih duduk di kelas 5 sekolah dasar akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat kecintaannya terhadap dunia penerbangan padam.

Menariknya, sebelum mewujudkan impiannya, Haerul bahkan belum pernah menaiki pesawat komersial. Ia justru mempelajari berbagai hal mengenai pesawat secara mandiri dan mencoba menerapkannya dalam proyek yang dikerjakan di bengkel miliknya.

Merakit Pesawat Bermodal Puluhan Juta Rupiah

Sebagai seorang montir sepeda motor, Haerul memanfaatkan keterampilan teknis yang dimilikinya untuk membuat pesawat ultralight.

Modal yang digunakan disebut sekitar Rp25 juta, yang berasal dari hasil jerih payahnya sendiri. Ia menggunakan mesin Kawasaki Ninja RR 150 cc sebagai sumber tenaga.

Sementara itu, sejumlah komponen pesawat dibuat dengan memanfaatkan material yang tersedia, termasuk aluminium, besi, kayu, kain parasut, hingga roda gerobak.

Pengetahuan mengenai pembuatan pesawat diperoleh Haerul secara otodidak. Ia memanfaatkan berbagai video di YouTube untuk mempelajari konstruksi dan teknik penerbangan. Selain itu, ia juga mendapatkan pengetahuan dari seorang mantan penerjun Kopassus.

Perjalanan Haerul menuju keberhasilan tidak berlangsung singkat. Sebelumnya, ia pernah mencoba membuat prototipe helikopter pada 2002, tetapi percobaan tersebut mengalami kegagalan.

Bertahun-tahun kemudian, Haerul kembali mencoba mewujudkan impiannya. Pada 2019, ia mulai mengembangkan proyek pesawat tersebut dengan berbagai keterbatasan.

Tidak sedikit orang yang meragukan kemampuannya. Bahkan, impiannya sempat dianggap sebagai sesuatu yang mustahil. Namun, Haerul memilih terus belajar dan memperbaiki kesalahan dari setiap percobaan.

Enam Kali Uji Coba hingga Berhasil Mengudara

Setelah melalui serangkaian proses perakitan dan pengujian, pesawat buatan Haerul akhirnya berhasil mengudara di kawasan Pantai Ujung Tape, Kabupaten Pinrang.

Dalam salah satu penerbangan uji coba, pesawat tersebut dilaporkan mampu mencapai ketinggian sekitar 20 meter dengan memanfaatkan landasan pasir pantai.

Keberhasilan itu disambut antusias oleh warga yang menyaksikan langsung penerbangan pesawat tersebut.

Orang-orang yang sebelumnya meragukan kemampuan Haerul kemudian menyaksikan sendiri hasil kerja kerasnya. Sorakan dan tepuk tangan warga mengiringi keberhasilan pesawat rakitan tersebut mengudara.

Kisah Haerul kemudian mendapat perhatian luas dan membuatnya dijuluki sebagian orang sebagai “The Next Habibie”, merujuk pada sosok Presiden ke-3 RI B.J. Habibie yang dikenal luas atas kontribusinya dalam bidang teknologi dan kedirgantaraan.

Namun, perjalanan Haerul tidak berhenti setelah berhasil menerbangkan pesawat buatannya.

Ia masih memiliki cita-cita untuk mengembangkan pesawat yang lebih besar dan mampu mengangkut hingga tiga penumpang.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan pendidikan dan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang bagi seseorang untuk belajar dan berkarya. Haerul menunjukkan bahwa rasa ingin tahu, ketekunan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri dapat membuka jalan menuju sebuah pencapaian.

Meski demikian, keberhasilan sebuah pesawat rakitan untuk mengudara tidak serta-merta berarti pesawat tersebut memenuhi seluruh persyaratan keselamatan dan regulasi penerbangan. Pengembangan dan pengoperasian pesawat tetap membutuhkan pengujian teknis, standar keselamatan, serta pemenuhan ketentuan penerbangan yang berlaku.

Terlepas dari itu, kisah Haerul tetap menjadi cerita inspiratif tentang seorang warga desa yang berani mengejar mimpi besar dengan memanfaatkan keterampilan dan sumber daya yang dimilikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *