Dedi Mulyadi Akui Enam Persoalan Besar Jawa Barat Belum Tuntas, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan

0
1787164692814

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Jawa Barat. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Rabu (19/8/2026).

Dalam pernyataannya, Dedi memaparkan enam persoalan besar yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan, mulai dari lapangan kerja, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Lapangan Kerja dan Infrastruktur Masih Jadi Tantangan

Dalam persoalan ketenagakerjaan, Dedi mengakui pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

Kondisi tersebut membuat masih banyak warga Jawa Barat yang memilih mencari pekerjaan hingga ke luar negeri. Karena itu, Dedi menilai investasi perlu terus didorong agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di daerah.

Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian. Jalan kabupaten maupun jalan desa masih banyak yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.

Kondisi sejumlah sekolah, khususnya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), juga masih membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Kesehatan dan Pendidikan Belum Sepenuhnya Tuntas

Di bidang kesehatan, Dedi menyoroti persoalan warga yang masih memiliki tunggakan BPJS.

Ia bahkan mencontohkan pengalamannya membantu pembayaran biaya rumah sakit yang mencapai Rp162 juta.

Sementara di sektor pendidikan, persoalan masih ditemukan pada ketersediaan dan kondisi sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat Jawa Barat.

Berbagai persoalan tersebut, menurut Dedi, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.

Persoalan Lingkungan hingga Ekonomi Masyarakat

Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian Dedi. Ia menyoroti kondisi gunung yang gundul, sungai yang dipenuhi sampah, hingga abrasi yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Salah satu upaya yang didorong adalah pengolahan sampah menjadi listrik. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat di bidang energi.

Selain itu, Dedi turut menyoroti persoalan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian, kondisi pasar, serta harga bahan pokok yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Dedi tidak menyalahkan pihak tertentu. Ia justru mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membangun Jawa Barat.

“Jawa Barat milik kita semua. Mari kita rawat dan jaga.”

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus ajakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah di Jawa Barat yang membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Sumber: Instagram @dedimulyadi71

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *