10 Tahun Memimpin Desa, Kades Sukorejo Gresik Masih Tinggal di Rumah Dinas dan Rutin Menyapu Kantor Desa

0
1786868936216

GRESIK — Sosok Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Fathkur Rohman (44), dikenal warga sebagai pemimpin yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Selama sekitar satu dekade dipercaya memimpin Desa Sukorejo, Fathkur disebut masih belum memiliki rumah pribadi dan hingga kini menempati rumah dinas desa.

Kesederhanaan tersebut terlihat dari kesehariannya. Sebelum menjalankan berbagai aktivitas pemerintahan desa, Fathkur terbiasa membersihkan rumah dinas yang ditempatinya. Ia juga kerap menyapu halaman kantor desa dan memunguti sampah di lingkungan kantor.

Kebiasaan tersebut disebut telah dilakukannya sejak dipercaya menjadi kepala desa.

Dikenal Peduli Lingkungan dan Warga

Yudhi Dwi Anggoro (28), warga Desa Sukorejo, menggambarkan Fathkur sebagai sosok pekerja keras dan santun.

Menurut Yudhi, Fathkur juga dikenal memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta kerap berbagi dengan masyarakat dan anak yatim piatu.

“Kades saya ini merupakan pemimpin yang peduli lingkungan. Selain juga rajin berbagi dengan warga dan yatim piatu,” ujar Yudhi.

Kesederhanaan Fathkur juga dibenarkan Minarsih (60), warga setempat. Ia mengatakan Fathkur masih tinggal di rumah dinas meski telah cukup lama mengemban amanah sebagai kepala desa.

“Iya sampai sekarang masih mendiami rumah dinas padahal sudah lama mengabdi jadi kades,” kata Minarsih.

Sebut Jabatan sebagai Amanah

Fathkur sendiri tidak melihat jabatan kepala desa sebagai fasilitas pribadi. Menurutnya, menjadi kepala desa merupakan amanah sekaligus tanggung jawab untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya cuma menjalankan amanah sesuai aturan yang ada dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Fathkur.

Sikap tersebut membuat keseharian Fathkur menjadi perhatian warga. Di tengah kesibukan sebagai kepala desa, ia tetap menjalankan pekerjaan sederhana seperti membersihkan lingkungan kantor dan rumah dinas.

Kisah Fathkur menjadi gambaran bahwa kepemimpinan di tingkat desa tidak selalu identik dengan kemewahan. Bagi sebagian warga Sukorejo, kesederhanaan, kedekatan dengan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan justru menjadi bagian dari sosok pemimpin yang mereka kenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *