Kisah Ipda Yunus Labba, Kapolsek Amarasi Timur yang Mengasuh 119 Anak Terlantar hingga Kuliah
KUPANG — Di balik seragam kepolisian, Ipda Yunus Labba menyimpan kisah pengabdian yang jauh melampaui tugas kedinasannya. Kapolsek Amarasi Timur tersebut telah bertahun-tahun mengasuh anak-anak terlantar dan membantu mereka mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.
Perjalanan itu bermula pada 2007 ketika Yunus mulai merawat tujuh anak terlantar. Seiring waktu, jumlah anak yang diasuh terus bertambah hingga mencapai 119 anak yang pernah maupun masih berada dalam pengasuhannya.
Dari Tujuh Anak hingga 119 Anak
Pada 2014, jumlah anak yang diasuh Yunus bertambah menjadi 22 orang. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2017, panti asuhan yang dikelolanya resmi berdiri dan menampung sekitar 35 anak.
Perjalanan tersebut terus berlanjut. Pada 2022, tercatat sebanyak 119 anak pernah mendapatkan pengasuhan dan perhatian dari Yunus.
Pengabdiannya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sejumlah anak bahkan berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Sekitar 30 anak disebut telah mendapatkan kesempatan untuk kuliah. Enam di antaranya telah menyelesaikan pendidikan, lulus, dan mulai bekerja. Salah satunya bahkan berprofesi sebagai guru.
Rela Bekerja Tambahan hingga Gadaikan SK
Pengabdian Yunus juga menuntut pengorbanan pribadi yang tidak kecil.
Di luar tugasnya sebagai anggota Polri, ia disebut bekerja di tiga tempat berbeda untuk memperoleh penghasilan tambahan. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yang diasuhnya.
Dalam kondisi tertentu, Yunus bahkan disebut pernah menggadaikan SK pengangkatannya sendiri demi memenuhi kebutuhan anak-anak tersebut.
Ia juga beberapa kali mengambil pinjaman dari bank. Total dana yang dikeluarkan untuk mendukung kebutuhan anak-anak yang diasuhnya disebut mendekati Rp2 miliar.
Pinjaman terakhir pada 2024 disebut mencapai Rp500 juta dan harus dicicil hingga 2039.
Seluruh pengorbanan tersebut dilakukan bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi, melainkan untuk memastikan anak-anak yang berada dalam pengasuhannya tetap mendapatkan makanan, pendidikan, dan kehidupan yang layak.
Diusulkan Masuk Kandidat Hoegeng Awards
Dedikasi Yunus Labba kemudian mendapat perhatian publik dan ia disebut diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025, sebuah penghargaan yang mengangkat sosok polisi dengan nilai integritas, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pendeta Johny Kilapong, yang mengenal perjuangan Yunus, menggambarkan pengorbanan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Dia gadaikan SK-nya loh, Pak! ‘Gila’ loh ini orang, rela gadaikan jabatan demi beri makan anak-anak itu,” ujar Johny.
Kisah Yunus menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang anggota kepolisian tidak selalu hadir dalam bentuk penindakan atau pelayanan di jalan. Dalam kehidupan sehari-hari, kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan juga dapat menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Bagi anak-anak yang pernah diasuhnya, Yunus bukan sekadar seorang polisi. Ia menjadi sosok yang hadir ketika mereka membutuhkan tempat berlindung, makanan, pendidikan, dan kesempatan untuk menatap masa depan.
Catatan: Data mengenai jumlah anak, nilai pinjaman, serta status kandidat penghargaan dalam artikel ini disusun berdasarkan materi yang diberikan dan perlu dikonfirmasi kepada sumber resmi untuk verifikasi independen.
