4 HARI JELANG HUT RI KE-81, PRABOWO RESMIKAN 3.395 JEMBATAN DAN 3.000 SUMBER AIR BERSIH
JAKARTA — Empat hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI dan Polri serta 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat (AD).
Peresmian tersebut berlangsung secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026, dan diikuti secara serentak dari berbagai wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo secara resmi meresmikan ribuan infrastruktur tersebut dalam satu agenda nasional.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Kamis tanggal 13 Agustus 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya resmikan 3.395 jembatan TNI dan Polri, dan 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat,” ujar Prabowo.
RIBUAN JEMBATAN TERSEBAR DI BERBAGAI DAERAH
Dari total 3.395 jembatan yang diresmikan, sebanyak 895 jembatan dibangun oleh Polri.
Pembangunan jembatan tersebut tersebar di 30 wilayah kepolisian daerah dan menghubungkan 1.314 desa.
Secara keseluruhan, jembatan yang dibangun Polri memiliki total panjang sekitar 19,2 kilometer dan diproyeksikan memberikan manfaat kepada sekitar 2 juta masyarakat.
Sementara itu, lebih dari 2.500 jembatan lainnya dibangun oleh TNI dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.
Salah satu lokasi yang menjadi pusat peresmian berada di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Jembatan di Jalan Bayah-Cikotok menjadi salah satu infrastruktur yang diresmikan. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan akses bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Pembangunan infrastruktur seperti ini memiliki arti penting bagi masyarakat pedesaan karena jembatan tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan mobilitas warga.
3.000 SUMBER AIR BERSIH TURUT DIRESMIKAN
Selain ribuan jembatan, Presiden Prabowo juga meresmikan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat.
Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sumber air dan infrastruktur dasar.
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat. Infrastruktur sumber air yang berada lebih dekat dengan permukiman dapat membantu mengurangi beban warga yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk memperoleh air.
TNI DAN POLRI DIMINTA HADIR DI TENGAH MASYARAKAT
Dalam peresmian tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat.
Menurut Presiden, pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan bentuk pengabdian langsung kepada rakyat.
“Ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah Tentara Rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah Polisi Rakyat,” kata Prabowo.
Prabowo menilai pembangunan infrastruktur dasar tidak selalu terlihat sebesar proyek pembangunan nasional berskala besar.
Namun, bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari, manfaat jembatan, akses jalan maupun sumber air bersih dapat dirasakan secara langsung.
Jembatan yang menghubungkan dua desa, misalnya, dapat memangkas jarak tempuh warga dan mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, masyarakat menuju fasilitas kesehatan, serta petani dan pelaku usaha membawa hasil produksi.
INFRASTRUKTUR DASAR UNTUK MEMPERKUAT AKSES MASYARAKAT
Peresmian ribuan jembatan dan sumber air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah Indonesia.
Pembangunan tidak hanya diukur melalui proyek besar di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan negara menghadirkan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat di desa dan wilayah terpencil.
Momentum peresmian juga berlangsung hanya empat hari sebelum Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Di tengah rangkaian peringatan kemerdekaan, ribuan jembatan dan sumber air bersih tersebut menjadi simbol pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, jembatan dan sumber air bukan sekadar proyek pembangunan.
Infrastruktur tersebut menjadi jalan menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, pusat ekonomi dan kehidupan masyarakat yang lebih mudah.
