Gubernur Jambi Minta Warga dan Perusahaan Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla, Kabut Asap Mulai Tercium
SOROTAN PUBLIK – Gubernur Jambi Al Haris meminta pemerintah daerah, perusahaan pemegang konsesi, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut disampaikan menyusul mulai tercium dan terlihatnya kabut asap tipis di sejumlah wilayah Kota Jambi.
Al Haris mengatakan kemunculan asap menjadi sinyal yang harus diantisipasi, terlebih puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September dan berpotensi berlanjut sampai Oktober.
“Jangan sampai Jambi kembali mengalami bencana asap seperti beberapa tahun lalu. Pencegahan harus menjadi prioritas karena ketika api sudah membesar, penanganannya akan jauh lebih sulit,” kata Al Haris, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, Al Haris menegaskan sumber kabut asap yang mulai tercium belum sepenuhnya dapat dipastikan berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jambi. Asap juga berpotensi terbawa angin dari wilayah lain.
Namun, kondisi tersebut tetap menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan.
Luas Lahan Terbakar Capai 222 Hektare
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luas lahan yang terbakar hingga akhir Juli 2026 mencapai sekitar 222 hektare.
Kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, dan Merangin.
Mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran, BPBD bersama Satgas Karhutla telah meningkatkan kesiapsiagaan. Sebanyak 81 posko siaga diaktifkan untuk memperkuat pemantauan dan respons terhadap potensi kebakaran.
Selain patroli darat, pemantauan dari udara juga dilakukan dengan menyiagakan pesawat Cessna. Pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah mitigasi untuk menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan ancaman kebakaran masih tinggi karena musim kemarau diperkirakan belum akan segera berakhir.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan karena kondisi kemarau masih akan berlangsung,” ujar Bachyuni.
Lahan Gambut dan Sungai Batanghari Jadi Perhatian
Kondisi kemarau yang lebih kering turut meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan gambut. Lahan gambut yang telah mengering dapat menjadi sulit ditangani apabila api sudah masuk ke lapisan bawah permukaan.
Di sisi lain, debit Sungai Batanghari dan sejumlah anak sungai mulai mengalami penyusutan akibat minimnya curah hujan. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan petugas memperoleh sumber air ketika proses pemadaman harus dilakukan di lokasi yang jauh dari sumber air.
Pemerintah daerah bersama Satgas Karhutla terus memperkuat patroli dan pemantauan titik panas. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar juga terus dilakukan.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap mencurigakan.
Perusahaan Diminta Perkuat Kesiapsiagaan
Pemerintah Provinsi Jambi juga meminta perusahaan pemegang konsesi meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah kerja masing-masing. Setiap perusahaan diharapkan memastikan personel, peralatan pemadaman, sumber air, serta sistem pemantauan berada dalam kondisi siap digunakan.
Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.
Pemerintah berharap langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini dapat mencegah terulangnya bencana kabut asap yang pernah melanda Jambi pada tahun-tahun sebelumnya.
Ancaman karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan hutan dan lahan. Kebakaran juga dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga lingkungan hidup.
Karena itu, kewaspadaan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas pemadam. Partisipasi masyarakat serta kepatuhan perusahaan dalam menjaga wilayah konsesi menjadi bagian penting dari upaya bersama menghadapi musim kemarau.
Dengan penguatan patroli, aktivasi posko siaga, pemantauan udara, operasi modifikasi cuaca, serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, Pemerintah Provinsi Jambi berharap risiko karhutla dapat ditekan dan bencana kabut asap tidak kembali menjadi persoalan besar bagi masyarakat.
