BPS dan MoSPI India Perkuat Kerja Sama Statistik Lewat Penandatanganan LoI di Lucknow
LUCKNOW – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia bersama Ministry of Statistics and Programme Implementation (MoSPI) India resmi memperkuat kerja sama bilateral di bidang statistik melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) for Bilateral Cooperation di Lucknow, India, pada 4 Agustus 2026.
Penandatanganan tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat kolaborasi kedua negara untuk meningkatkan kualitas statistik resmi, memperkuat pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong transformasi digital dalam sistem statistik nasional.
Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, bersama Director General (Data Governance) MoSPI India, Pravin Ramchandra Meshram, di sela rangkaian Meeting of Heads of National Statistical Offices (NSO) of BRICS Countries yang berlangsung pada 3–4 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Quality Statistics as Driver of Change”.
Melalui kerja sama tersebut, Indonesia dan India sepakat memperluas kolaborasi dalam berbagai bidang strategis, mulai dari pertukaran pengetahuan (knowledge sharing), berbagi praktik terbaik (best practices), pengembangan metodologi statistik modern, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik.
Kedua lembaga statistik juga akan memperkuat kerja sama dalam pengembangan teknologi statistik, pelaksanaan sensus dan survei, penyusunan standar metadata, pengelolaan data terbuka (open data), serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan statistik resmi.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah eksplorasi pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga diseminasi data statistik. Teknologi AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan penyajian data sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah.
Selain penandatanganan LoI, kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi bilateral antara pimpinan kedua National Statistical Office (NSO) yang turut dihadiri Secretary MoSPI India, Saurabh Garg. Pertemuan tersebut membahas implementasi kerja sama, termasuk pertukaran tenaga ahli, pelatihan bersama, pengembangan inovasi statistik, serta penguatan kolaborasi di kawasan Asia-Pasifik.
Kepala BPS RI menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mempercepat modernisasi sistem statistik Indonesia agar mampu menjawab tantangan pembangunan di era transformasi digital.
Kolaborasi dengan MoSPI India juga diharapkan memperkuat kualitas data statistik sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan publik, perencanaan pembangunan nasional, evaluasi program pemerintah, hingga pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Melalui kemitraan ini, BPS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan statistik resmi yang berkualitas, akurat, terpercaya, dan relevan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama statistik internasional, termasuk di lingkungan BRICS dan kawasan Asia-Pasifik.
