Tradisi Bekarang di Lubuk Jawi Batang Hari, Ribuan Warga Gotong Royong Cari Ikan dan Rawat Warisan Leluhur

0
IMG-20260803-WA0024

Ribuan warga memadati Lubuk Jawi di Desa Terusan, Kabupaten Batang Hari, pada Minggu (2/8) untuk mengikuti tradisi tahunan Bekarang bersama. Kegiatan ini bukan sekadar mencari ikan, tetapi menjadi ajang merawat tradisi, mempererat persaudaraan, menikmati kebersamaan, serta menjaga warisan leluhur untuk generasi mendatang.

Bekarang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Batang Hari yang telah dilakukan selama puluhan tahun. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan di sungai atau lubuk (danau kecil) yang telah ditentukan. Masyarakat bersama-sama mencari ikan menggunakan alat tangkap sederhana seperti jaring dan serokan, bahkan sebagian peserta menangkap ikan dengan tangan kosong.

Suasana kegembiraan tampak di wajah para peserta, baik anak-anak maupun orang dewasa, yang berlomba-lomba menangkap ikan. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga desa dan masyarakat sekitar. Warga dari berbagai kalangan berkumpul, bekerja sama, serta berbagi kebahagiaan dan hasil tangkapan.

Untuk menambah semangat peserta, panitia menyediakan door prize bagi warga yang mendapatkan ikan terbesar atau terberat dalam satu jam pertama. Kompetisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan membuat suasana Bekarang semakin meriah.

Juara I diserahkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Ning Fahrizal. Juara II diserahkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Taufiq. Sementara itu, Juara III diserahkan oleh Camat Maro Sebo Ilir (MSI) Supriady Harahap.

Kehadiran dan keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal. Bekarang tidak hanya menjadi kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi Bekarang juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian sungai dan ekosistem perairan. Dengan menjaga kebersihan lingkungan serta tidak menggunakan alat tangkap yang merusak, tradisi ini diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Batang Hari berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi Bekarang dengan menjadikannya sebagai agenda tahunan yang semakin meriah dan terorganisasi. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan warisan budaya ini tetap hidup sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Batang Hari.

Pelestarian Bekarang menjadi bukti bahwa tradisi lokal dapat menjadi ruang kebersamaan, memperkuat gotong royong, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dengan semangat tersebut, tradisi Bekarang di Lubuk Jawi diharapkan tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *