Antrean Solar Subsidi di Jambi Kian Parah, Diduga Akibat Ulah Pelangsir dan Penyelewengan

0
IMG-20260801-WA0054

Antrean kendaraan terjadi hampir di seluruh SPBU di Kota Jambi dan Provinsi Jambi, terutama untuk pembelian BBM jenis Biosolar subsidi. Tak jarang, antrean kendaraan yang akan membeli Biosolar menutup akses masuk ke SPBU dan menyebabkan gangguan arus lalu lintas di jalan raya.

Pantauan di SPBU Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, menunjukkan panjangnya antrean kendaraan membuat pengendara lain kesulitan mengakses area SPBU. Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh masyarakat yang hendak membeli BBM jenis lain.

Rio, seorang pengendara yang hendak membeli Pertamax, mengaku kesulitan masuk ke area SPBU akibat antrean kendaraan yang mengisi Biosolar.

“Saya mau ngisi BBM Pertamax, tapi karena antrean truk yang akan mengisi solar ini, membuat mobil saya tak bisa masuk SPBU,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan sejumlah warga dan pelaku UMKM. Mereka mengaku akses menuju permukiman maupun tempat usaha ikut terganggu karena antrean kendaraan meluber hingga ke badan jalan.

Dugaan Penyalahgunaan Distribusi Solar Subsidi

Persoalan antrean panjang Biosolar subsidi di Jambi mendapat perhatian pemerintah dan DPRD. Masalah tersebut diduga tidak semata-mata berkaitan dengan pasokan, tetapi juga kemungkinan adanya penyalahgunaan dalam distribusi BBM bersubsidi.

Sejumlah pihak menduga terdapat praktik pelangsiran, penimbunan, maupun pengalihan solar subsidi kepada pihak yang tidak berhak. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan penegakan hukum oleh aparat berwenang.

Solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat diduga berpotensi dialihkan ke sektor lain atau dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Modus yang disoroti antara lain penggunaan identitas kendaraan atau QR Code yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

Pertamina sebelumnya juga telah melakukan pemblokiran terhadap ribuan QR Code yang terindikasi bermasalah atau disalahgunakan. Namun, pengawasan di lapangan tetap diperlukan agar sistem distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan sesuai sasaran.

Dalam pembahasan di DPRD, muncul pula dugaan adanya aliran solar subsidi ke sejumlah lokasi yang disebut sebagai gudang penampungan. Dugaan tersebut menjadi perhatian karena apabila terbukti, dapat mengindikasikan adanya pola distribusi ilegal yang terorganisasi.

Meski demikian, seluruh dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penyelidikan secara menyeluruh. Tidak semua antrean panjang dapat langsung disimpulkan sebagai akibat praktik pelangsiran atau penyelewengan sebelum terdapat bukti dan hasil penindakan resmi.

Pengawasan SPBU Diperketat

Berbagai langkah dilakukan untuk mengatasi antrean sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Dinas Perhubungan Kota Jambi menurunkan personel untuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean panjang.

Tim gabungan yang melibatkan aparat kepolisian, dinas terkait, dan Pertamina juga melakukan pengawasan serta inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam proses penyaluran BBM bersubsidi.

Komisi II DPRD Kota Jambi juga mendorong pemberian sanksi tegas terhadap SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi dapat diberikan sesuai tingkat pelanggaran dan ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan penghentian sementara penyaluran BBM subsidi.

Pemerintah Provinsi Jambi turut mendorong penguatan pengawasan melalui Satgas terkait. Jika ditemukan pelanggaran yang terbukti secara hukum, tindakan tegas perlu dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga agar subsidi negara benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Distribusi BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran

Antrean panjang Biosolar di sejumlah SPBU Jambi menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memastikan apakah persoalan tersebut disebabkan oleh faktor pasokan, tingginya permintaan, sistem distribusi, atau adanya penyalahgunaan BBM subsidi.

Pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci untuk mencegah kebocoran subsidi. Masyarakat juga diimbau tidak membeli BBM subsidi melalui jalur ilegal dan melaporkan dugaan penyalahgunaan kepada pihak berwenang.

Dengan sinergi pemerintah daerah, Pertamina, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, dan masyarakat, distribusi BBM bersubsidi diharapkan dapat kembali berjalan tertib. Antrean kendaraan yang mengganggu akses publik dan arus lalu lintas juga diharapkan dapat dikurangi sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan BBM secara adil, tertib, dan sesuai ketentuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *