Rizkan Al Mubarok Dukung Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi: Ajak Warga Kompak Jaga Keamanan Lingkungan
SOROTAN PUBLIK — Ketua Dewan Perwakilan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarok, menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menggelar sayembara berhadiah bagi masyarakat yang membantu menangkap pelaku begal dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian.
Menurut Rizkan, langkah tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai hadiah, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar semakin peduli terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Saya sangat mendukung langkah Kang Dedi Mulyadi. Menurut saya, ini secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk kompak dan terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat,” ujar Rizkan Al Mubarok.
Rizkan menilai, kejahatan jalanan seperti begal dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu rasa aman masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Ia mengatakan, keberanian masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun sistem keamanan berbasis kebersamaan. Masyarakat diharapkan memiliki kepekaan terhadap kondisi di sekitarnya dan tidak bersikap acuh ketika melihat adanya potensi gangguan keamanan.
“Yang paling penting bukan hanya soal sayembaranya atau hadiahnya. Pesan yang lebih besar adalah bagaimana masyarakat diajak untuk peduli, peka, dan kompak menjaga lingkungan. Kalau semua warga memiliki kepedulian, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit,” katanya.
Menurut Rizkan, semangat kebersamaan tersebut perlu dikembangkan di seluruh daerah di Indonesia. Setiap warga memiliki peran dalam menjaga keamanan lingkungan, mulai dari meningkatkan kewaspadaan hingga segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat yang berwenang.
Namun, Rizkan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Menurutnya, apabila warga menemukan atau mengetahui adanya tindak kejahatan, langkah yang paling tepat adalah berkoordinasi dengan kepolisian dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.
“Masyarakat harus tetap mengutamakan keselamatan. Jangan main hakim sendiri. Kalau ada pelaku kejahatan, segera laporkan dan serahkan kepada aparat penegak hukum. Yang kita bangun adalah keberanian untuk peduli dan saling menjaga, bukan tindakan yang justru melanggar hukum,” tegas Rizkan.
Ia menilai keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan aparat keamanan. Kesadaran warga untuk saling menjaga menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Rizkan juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga keamanan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sosial sehari-hari, karena keamanan yang terjaga akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat, perekonomian, pendidikan, dan kehidupan keluarga.
“Kalau warga kompak, saling mengenal, saling mengingatkan, dan peduli terhadap lingkungan, tentu akan lebih mudah mencegah berbagai bentuk kejahatan. Kita harus mengasah kepedulian dan kepekaan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya.
Rizkan berharap langkah yang dilakukan Dedi Mulyadi dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, pemerintah daerah dapat membangun pola kolaborasi yang melibatkan masyarakat tanpa mengesampingkan peran utama aparat penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan aparat memiliki kewenangan dalam penegakan hukum, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang peduli, waspada, dan saling melindungi.
“Keamanan adalah kebutuhan bersama. Mari kita bangun kesadaran bahwa melawan kejahatan bukan berarti melakukan kekerasan atau main hakim sendiri, tetapi berani peduli, berani melapor, dan berani bersama-sama menjaga lingkungan. Dengan masyarakat yang kompak dan aparat yang profesional, kita bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua,” pungkas Rizkan Al Mubarok.
Dukungan tersebut menjadi pesan bahwa partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan perlu terus diperkuat. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial dalam mencegah kejahatan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
