Kapolda Jabar Sambut Sayembara Dedi Mulyadi Berhadiah Rp5 Juta-Rp50 Juta untuk Tangkap Begal

0
1785171639969

BANDUNG — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto menyambut baik sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait upaya membantu pengungkapan dan penangkapan pelaku begal.

Menurut Pipit, inisiatif tersebut dapat menjadi bentuk motivasi bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

“Ya, kita menyambut baik. Ini menunjukkan bahwa Bapak Gubernur juga memiliki keinginan memberikan motivasi kepada semua warga untuk berpartisipasi dalam menjaga Kamtibmas,” kata Pipit di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).

Pipit menilai sayembara yang diumumkan Dedi Mulyadi merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi keamanan di lingkungan sekitar.

“Artinya, berkaitan dengan Bapak Gubernur menyampaikan sayembara, menurut saya ini adalah wujud pemberian semangat dan motivasi kepada semua pihak, kecuali pihak kepolisian,” ujarnya.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa upaya pemberantasan kriminalitas tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran serta masyarakat dinilai penting untuk membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Namun, Pipit mengingatkan bahwa masyarakat tetap harus mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri ketika menghadapi dugaan pelaku kejahatan. Masyarakat yang mengetahui atau menemukan aktivitas mencurigakan diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Pipit mengatakan, apabila terdapat warga yang berhasil membantu menangkap pelaku begal dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian, informasi tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat.

“Siapa tahu ketemu begal, ditangkap, diserahkan pihak kepolisian, nanti pihak kepolisian melaporkan ke Pak Gubernur bahwa ini atas bantuan warga. Sehingga nanti akan dapat bonus dari Bapak Gubernur,” ungkap Pipit.

Sayembara tersebut menjadi salah satu bentuk dorongan agar masyarakat turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan di Jawa Barat. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi warga.

Di sisi lain, penanganan tindak pidana tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Masyarakat diimbau untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Polda Jawa Barat terus mendorong partisipasi publik dalam menjaga Kamtibmas. Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, upaya pencegahan serta pemberantasan kriminalitas di wilayah Jawa Barat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *