Kastaf Dudung dan Menimipas Tinjau Lapas Tangerang, Apresiasi Pembinaan Warga Binaan dan Pengolahan Limbah Batu Bara

0
IMG-20260721-WA0084

TANGERANG — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto meninjau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembinaan warga binaan berjalan secara optimal sekaligus memantau implementasi kebijakan strategis pemerintah di sektor pemasyarakatan.

Dalam peninjauan tersebut, Dudung memberikan apresiasi terhadap kondisi Lapas Tangerang yang dinilai bersih, tertib, dan teratur. Ia juga menyoroti berbagai program pembinaan yang dirancang untuk memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengolahan limbah batu bara menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Program tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman dan keterampilan baru kepada warga binaan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.

Dudung menilai pembinaan merupakan bagian penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, setiap warga binaan memiliki hak untuk memperbaiki diri dan mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan melalui program pendidikan serta pelatihan yang diberikan selama menjalani masa pidana.

Beragam kegiatan produktif yang dijalankan di lingkungan lapas juga dinilai dapat membantu warga binaan menjalani masa pembinaan dengan lebih positif. Aktivitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kejenuhan sekaligus menciptakan suasana pembinaan yang lebih manusiawi dan konstruktif.

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak Binaan

Kunjungan ke Lapas Tangerang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

Kegiatan dipusatkan di Lapas Tangerang dan diikuti secara virtual oleh anak binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di berbagai wilayah Indonesia.

Suasana hangat terlihat dalam dialog antara para pejabat dengan anak-anak binaan. Dalam kesempatan tersebut, anak binaan juga menampilkan berbagai kreasi seni, termasuk pertunjukan marawis dan kolaborasi angklung yang membawakan lagu ciptaan Dudung berjudul “Ayo Ngopi”.

Dudung menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak anak yang sedang menjalani proses pembinaan tetap terpenuhi.

Menurutnya, anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum tetap memiliki cita-cita dan masa depan yang harus dijaga. Karena itu, pembinaan di LPKA tidak hanya diarahkan pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pendidikan, keterampilan, pengembangan bakat, dan persiapan untuk kembali ke masyarakat.

Saat ini, terdapat sekitar 2.000 anak binaan yang tersebar di berbagai LPKA di Indonesia.

Pendidikan, Keterampilan, dan Pembinaan Mental Diperkuat

Program pembinaan bagi anak binaan juga mencakup pendidikan keterampilan, pembinaan mental, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

Untuk mendukung proses pembelajaran, Presiden Prabowo Subianto disebut telah memberikan bantuan berupa satu unit papan interaktif atau smart board. Pemerintah juga merencanakan penambahan tiga unit perangkat serupa untuk menunjang kegiatan pendidikan anak binaan.

Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran diharapkan dapat memberikan akses terhadap metode pendidikan yang lebih interaktif sekaligus memperkenalkan anak binaan pada penggunaan teknologi secara positif dan produktif.

Dudung menilai pendidikan dan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Menimipas Pastikan Hak Anak Binaan Tetap Diperhatikan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Kantor Staf Presiden yang dinilai memberikan motivasi kepada anak-anak binaan sekaligus memperkuat dukungan pemerintah terhadap program pembinaan pemasyarakatan.

Agus menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendidikan, pelatihan, dan pembinaan kepada anak binaan dengan tetap memperhatikan hak-hak mereka.

Menurutnya, program pelatihan kerja memang penting untuk membangun keterampilan dan kemandirian. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan perlindungan anak agar tidak menimbulkan persoalan eksploitasi.

Agus berharap anak-anak binaan dapat mengambil pelajaran selama menjalani proses pembinaan sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu berkontribusi secara positif dan memiliki kesiapan untuk melanjutkan kehidupan.

Ia juga mendorong agar masa pembinaan di LPKA dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

Dudung Beri Pesan Motivasi untuk Anak Binaan

Dalam kesempatan tersebut, Dudung memberikan pesan motivasi kepada anak-anak binaan agar tetap optimistis dan tidak kehilangan harapan.

Ia mengingatkan bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan, tetapi kesalahan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memperjuangkan masa depan.

Anak-anak binaan diminta untuk fokus memperbaiki diri, menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta terus membangun cita-cita.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses pembinaan bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, keterampilan, dan bekal kehidupan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Sistem Pemasyarakatan Berorientasi pada Reintegrasi Sosial

Kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Kantor Staf Presiden dalam memantau implementasi kebijakan strategis pemerintah di berbagai sektor, termasuk penguatan sistem pemasyarakatan.

Sistem pemasyarakatan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan ruang bagi pembinaan, pemberdayaan, pendidikan, dan reintegrasi sosial warga binaan.

Melalui program pembinaan yang berkualitas, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan keterampilan, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Bagi anak-anak yang sedang menjalani pembinaan, pendekatan tersebut menjadi semakin penting. Mereka merupakan generasi yang masih memiliki perjalanan panjang dan kesempatan untuk membangun masa depan.

Karena itu, pemenuhan hak anak, akses terhadap pendidikan, pengembangan keterampilan, serta pembinaan mental dan karakter menjadi bagian penting dari upaya negara untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *