MTQH ke-52 Merangin Resmi Dibuka di Bukit Batu, Konsep Teras Siring Warnai Semarak Perhelatan Qurani

0
IMG-20260720-WA0013

Suasana malam di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, berubah semarak saat Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin Tahun 2026 resmi dibuka, Sabtu (18/7/2026). Ribuan masyarakat memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pembukaan yang berlangsung meriah sekaligus menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Tahun ini, arena utama MTQH menghadirkan konsep Teras Siring yang berada di kawasan perbukitan Bukit Batu. Panggung utama dihiasi tata cahaya yang spektakuler dengan perpaduan nuansa tradisional dan modern. Dari atas bukit, kerlap-kerlip permukiman warga di kejauhan turut menambah daya tarik suasana malam.

Konsep tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berbeda bagi peserta dan masyarakat yang hadir, tetapi juga memperlihatkan potensi Bukit Batu sebagai kawasan yang memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan panorama alam yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik daerah.

Pembukaan MTQH ke-52 secara resmi dilakukan oleh Bupati Merangin M. Syukur, didampingi Wakil Bupati A. Khafidh dan Sekretaris Daerah Zulhifni. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk yang dilanjutkan dengan pesta kembang api yang menerangi langit Bukit Batu.

Dentuman beduk menjadi simbol dimulainya rangkaian perlombaan yang mempertemukan para peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Merangin. Sementara itu, pesta kembang api menambah kemeriahan pembukaan yang disaksikan ribuan masyarakat.

Bangun Generasi Qurani Menuju Merangin Baru 2030

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi yang Qurani, Berakhlak Mulia, dan Berdaya Saing Menuju Merangin Baru 2030”, kegiatan ini diarahkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter masyarakat.

Bupati Merangin M. Syukur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan fisik. Pembangunan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, moral, dan akhlak masyarakat.

Menurutnya, visi Merangin Baru 2030 membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

MTQH juga diharapkan mampu menjadi momentum untuk kembali menggairahkan tradisi membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Bupati mengajak masyarakat untuk membumikan Al-Qur’an hingga ke pelosok desa dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman yang menghadirkan berbagai tantangan bagi generasi muda. Penguatan nilai agama dan pendidikan karakter dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Ratusan Peserta Ikuti Berbagai Cabang Perlombaan

MTQH ke-52 diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Merangin. Mereka berkompetisi dalam sejumlah cabang perlombaan yang berkaitan dengan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mendalami kandungan Al-Qur’an dan Hadist.

Selain menjadi ajang untuk mengukur kemampuan para peserta, kompetisi tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi unggul yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan dan mampu membawa nama Kabupaten Merangin ke tingkat yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Di luar aspek perlombaan, MTQH juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat dari berbagai wilayah. Warga berkumpul, berinteraksi, dan bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Semangat kebersamaan tersebut memperlihatkan bahwa MTQH memiliki dimensi sosial yang kuat. Perhelatan ini tidak hanya menjadi panggung bagi para peserta untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun kebersamaan masyarakat.

Konsep Teras Siring di kawasan Bukit Batu menjadi salah satu daya tarik yang memberikan warna tersendiri pada pelaksanaan MTQH tahun ini. Perpaduan antara kegiatan keagamaan, tata panggung, pencahayaan, serta lanskap perbukitan menciptakan suasana yang berbeda dan memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Penyelenggaraan kegiatan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari juga menunjukkan adanya dukungan dari berbagai pihak. Persiapan dilakukan mulai dari pembangunan dan penataan arena utama, sistem pencahayaan, hingga fasilitas pendukung bagi peserta dan masyarakat.

Dengan berakhirnya prosesi pembukaan, rangkaian MTQH ke-52 selanjutnya diharapkan dapat berlangsung dengan tertib dan menjunjung tinggi semangat sportivitas. Lebih dari sekadar mencari juara, kegiatan ini diharapkan mampu meninggalkan warisan nilai yang lebih besar bagi masyarakat Merangin.

Dari Bukit Batu, semangat membumikan Al-Qur’an diharapkan terus menyebar ke seluruh penjuru Kabupaten Merangin. Di tengah modernisasi dan perubahan zaman, nilai-nilai keagamaan diharapkan tetap menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Semangat tersebut menjadi bagian dari harapan besar untuk mewujudkan Merangin Baru 2030, yakni daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam karakter, kehidupan sosial, dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *