Korban Tewas Gempa Venezuela Dilaporkan Capai 1.719 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Masih Hilang
Jumlah korban akibat gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 dilaporkan terus bertambah. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, pada Senin (29/6/2026), korban meninggal dunia mencapai 1.719 jiwa, sementara 5.034 orang mengalami luka-luka.
Selain itu, sebanyak 15.866 warga dilaporkan terdampak langsung atau kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut. Data terbaru menunjukkan peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 1.430 korban meninggal dan sekitar 3.200 korban luka.
Pemerintah Venezuela juga melaporkan sedikitnya 855 bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas 189 bangunan yang runtuh total dan 666 bangunan mengalami kerusakan berat. Hingga kini, lebih dari 600 gempa susulan masih tercatat mengguncang wilayah terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit disebut sebagai salah satu gempa terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad. Negara bagian La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah, dengan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas publik, serta infrastruktur transportasi.
Sementara itu, laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan sekitar 6,76 juta orang berpotensi terdampak akibat bencana tersebut, sedangkan Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) menyebut sekitar 1,8 juta warga membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan dengan dukungan tim dari berbagai negara. Pemerintah Venezuela mengerahkan ribuan personel militer dan kepolisian, sementara bantuan internasional berupa tenaga penyelamat, logistik, obat-obatan, makanan, air bersih, dan perlengkapan medis terus berdatangan untuk membantu penanganan darurat.
Meski demikian, proses evakuasi menghadapi berbagai kendala, termasuk kerusakan infrastruktur, terbatasnya alat berat, serta banyaknya bangunan yang runtuh. Seiring berjalannya waktu, peluang menemukan korban selamat semakin kecil, sementara upaya pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu yang panjang mengingat besarnya skala kerusakan yang ditimbulkan.
