50 Kota Terpanas di Dunia Berada di India, Suhu Tembus 48°C dan Ribuan Orang Terancam Tewas akibat Gelombang Panas Ekstrem

0
IMG-20260629-WA0044

JAKARTA – India menghadapi salah satu gelombang panas paling ekstrem dalam sejarah modern. Pada puncak musim panas 2026, sebanyak 50 kota terpanas di dunia tercatat berada di India, dengan suhu udara mencapai 48 derajat Celsius di sejumlah wilayah dan suhu yang dirasakan masyarakat bahkan menembus 48,4 derajat Celsius di ibu kota New Delhi.

Data pengamatan pada 22 Mei 2026 menunjukkan Kota Balangir di Negara Bagian Odisha menjadi wilayah terpanas di dunia dengan suhu mencapai 45 derajat Celsius. Posisi berikutnya ditempati Chandrapur dan Prayagraj yang masing-masing mencatat suhu sekitar 44 derajat Celsius. Sebagian besar kota dalam daftar tersebut berasal dari Uttar Pradesh dengan suhu berkisar 42 hingga 43 derajat Celsius bahkan sebelum siang hari.

Gelombang panas terus meningkat sepanjang Juni. Kota Etawah di Uttar Pradesh menjadi salah satu wilayah dengan suhu tertinggi sepanjang musim panas, mencapai 48,3 derajat Celsius, sementara Abohar di Punjab, Sambalpur di Odisha, dan Ganganagar di Rajasthan mencatat suhu hingga 48,2 derajat Celsius.

Yang menjadi perhatian para ilmuwan bukan hanya tingginya suhu maksimum, tetapi juga lamanya paparan panas ekstrem. Etawah mengalami 16 hari berturut-turut dengan suhu di atas 45 derajat Celsius, sedangkan Bilaspur mencatat sekitar 30 hari dengan suhu melebihi 40 derajat Celsius.

Di New Delhi, suhu udara tercatat sekitar 41,3 derajat Celsius, namun tingkat kelembapan yang tinggi membuat suhu yang dirasakan masyarakat mencapai 48,4 derajat Celsius. Fenomena tersebut diperparah oleh udara lembap yang terbawa angin dari Laut Arab sehingga meningkatkan indeks panas secara signifikan.

Pemantauan menggunakan kamera termal juga menunjukkan suhu permukaan jalan di sejumlah kawasan ibu kota mencapai sekitar 64 derajat Celsius, memperlihatkan betapa ekstremnya kondisi lingkungan perkotaan selama gelombang panas berlangsung.

Dampak terhadap kesehatan masyarakat menjadi sangat serius. Kajian dari University of California, Berkeley memperkirakan gelombang panas ekstrem dapat menyebabkan sekitar 3.400 kematian setiap hari di India. Dalam skenario gelombang panas selama lima hari berturut-turut, jumlah korban meninggal diperkirakan dapat mendekati 30.000 jiwa apabila tidak tersedia perlindungan yang memadai bagi masyarakat rentan.

Korban terbesar berasal dari kelompok pekerja sektor informal yang tetap harus bekerja di luar ruangan. Di sejumlah daerah, jam kerja diubah menjadi hanya pagi dan sore hari untuk menghindari paparan panas saat siang. Banyak pedagang bahkan mulai beraktivitas sebelum matahari terbit agar dapat menyelesaikan pekerjaan sebelum suhu mencapai titik ekstrem.

Gelombang panas juga memicu penutupan sekolah di sejumlah negara bagian, meningkatnya kasus dehidrasi dan sengatan panas di rumah sakit, serta memperburuk krisis ketersediaan air bersih di berbagai wilayah.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh fenomena heat dome atau kubah panas, yaitu sistem tekanan udara tinggi yang menjebak massa udara panas di permukaan. Kombinasi perubahan iklim, keterlambatan musim hujan, urbanisasi yang cepat, berkurangnya ruang hijau, serta eksploitasi sumber daya alam memperkuat intensitas gelombang panas tersebut.

Sejumlah pakar iklim mengingatkan bahwa peristiwa serupa diperkirakan akan semakin sering terjadi apabila emisi gas rumah kaca terus meningkat. Karena itu, investasi pada sistem peringatan dini, perlindungan bagi pekerja luar ruangan, pengelolaan sumber daya air, serta pembangunan kota yang lebih ramah iklim dinilai menjadi langkah mendesak.

Gelombang panas yang melanda India pada 2026 menjadi pengingat bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman di masa depan. Dampaknya kini dirasakan secara langsung oleh jutaan manusia, mengganggu aktivitas ekonomi, kesehatan masyarakat, serta memperbesar risiko bencana kemanusiaan apabila tidak direspons melalui kebijakan adaptasi dan mitigasi yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *