Bukan Monster, Ini “Graham”: Manusia yang Dirancang Ilmuwan agar Mampu Selamat dari Kecelakaan Mobil

0
1782708925995

JAKARTA – Sosok bernama “Graham” kembali menjadi perbincangan di media sosial karena penampilannya yang tidak biasa. Memiliki kepala berukuran besar, tanpa leher, dada yang tebal, serta bentuk tubuh yang menyerupai karakter fiksi ilmiah, Graham ternyata bukan makhluk nyata, melainkan sebuah karya ilmiah yang dibuat untuk mengingatkan manusia akan bahaya kecelakaan lalu lintas.

Graham diperkenalkan pada 2016 sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara yang digagas Transport Accident Commission (TAC) Victoria, Australia. Patung hiperrealistis ini diciptakan oleh seniman Patricia Piccinini bekerja sama dengan ahli bedah trauma Christian Kenfield dan peneliti kecelakaan lalu lintas David Logan dari Monash University Accident Research Centre.

Konsep Graham berangkat dari sebuah pertanyaan sederhana, yakni seperti apa bentuk tubuh manusia apabila berevolusi untuk mampu bertahan hidup dalam kecelakaan kendaraan berkecepatan tinggi.

Hasilnya adalah sosok dengan anatomi yang sangat berbeda dari manusia normal. Graham memiliki tengkorak lebih besar dan lebih tebal untuk melindungi otak dari benturan keras. Ia tidak memiliki leher sehingga dapat mengurangi risiko cedera tulang belakang akibat hentakan hebat saat tabrakan.

Bagian dadanya dirancang lebih besar dengan struktur menyerupai kantong udara alami yang berfungsi menyerap energi benturan, sementara kulitnya dibuat lebih tebal untuk mengurangi risiko luka serius. Kakinya juga memiliki struktur sendi tambahan yang dirancang agar lebih stabil dan mampu meredam gaya benturan.

Menurut TAC Victoria, tubuh manusia pada dasarnya hanya mampu menahan benturan dengan kecepatan yang dapat dihasilkan oleh tubuh sendiri, seperti saat berlari. Sebaliknya, kecelakaan kendaraan bermotor menghasilkan gaya benturan yang jauh lebih besar sehingga tubuh manusia sangat rentan mengalami cedera fatal.

Melalui Graham, para ilmuwan ingin menunjukkan bahwa bukan manusia yang harus berevolusi mengikuti perkembangan kendaraan, melainkan sistem keselamatan jalan yang harus terus ditingkatkan. Penggunaan sabuk pengaman, airbag, kendaraan yang lebih aman, kepatuhan terhadap batas kecepatan, hingga desain jalan yang lebih baik menjadi faktor utama untuk menyelamatkan nyawa.

Sejak diperkenalkan, Graham menarik perhatian dunia dan menjadi fenomena global. Karya tersebut diberitakan berbagai media internasional dan digunakan sebagai sarana edukasi keselamatan lalu lintas di Australia maupun berbagai negara lainnya.

Meski penampilannya tampak menyeramkan, Graham bukanlah monster. Ia merupakan simbol ilmiah yang menggambarkan betapa rapuhnya tubuh manusia ketika menghadapi benturan kendaraan berkecepatan tinggi. Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana, yakni bahwa keselamatan di jalan raya tetap bergantung pada perilaku berkendara yang bertanggung jawab dan sistem transportasi yang semakin aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *