Sekjen PBB Janjikan Dukungan Penuh untuk Bantuan Gempa Venezuela, Dana Darurat US$15 Juta dan 30 Tim SAR Dikerahkan

0
IMG-20260629-WA0052

NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menegaskan komitmen penuh organisasi internasional tersebut dalam mendukung penanganan gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela. Dukungan itu disampaikan setelah Guterres melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, pada Kamis (25/6/2026).

Dalam percakapan tersebut, Guterres menyampaikan belasungkawa serta solidaritas kepada rakyat Venezuela yang terdampak bencana. Melalui Juru Bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric, ditegaskan bahwa seluruh sistem PBB siap bekerja sama dengan pemerintah Venezuela guna mempercepat proses penyelamatan, bantuan kemanusiaan, dan pemulihan pascabencana.

Sebagai langkah awal, Koordinator Bantuan Darurat PBB, Tom Fletcher, mengalokasikan dana sebesar US$15 juta melalui Central Emergency Response Fund (CERF). Dana tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak, seperti layanan kesehatan darurat, penyediaan tempat penampungan sementara, distribusi pangan, air bersih, sanitasi, serta perlengkapan medis bagi para korban.

Di lapangan, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) bersama berbagai mitra internasional terus memperkuat operasi tanggap darurat. Sebanyak 30 tim pencarian dan penyelamatan perkotaan (Urban Search and Rescue/USAR) yang terdiri atas lebih dari 1.600 personel serta sekitar 100 anjing pelacak telah dikerahkan guna membantu pencarian korban di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

Sejumlah badan di bawah naungan PBB juga bergerak cepat memberikan dukungan. UNICEF mengalokasikan dana internal sebesar US$1,5 juta serta tambahan US$1 juta dari Global Humanitarian Thematic Funding untuk melindungi sekitar 3,9 juta anak yang berada di wilayah terdampak. Bantuan difokuskan pada layanan kesehatan, perlindungan anak, pendidikan darurat, air bersih, dan sanitasi.

Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) telah menyiapkan cadangan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 10.000 keluarga selama dua bulan. Di sisi lain, UNHCR turut mengirimkan berbagai perlengkapan darurat, termasuk tenda, selimut, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan dasar lainnya dari gudang logistik regional di Panama.

Dukungan internasional tersebut datang ketika Venezuela masih menghadapi krisis kemanusiaan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum gempa terjadi, hampir delapan juta warga telah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kini, kerusakan fasilitas kesehatan, infrastruktur transportasi, serta jaringan utilitas memperburuk kondisi dan meningkatkan kebutuhan akan obat-obatan, tenaga medis, serta logistik darurat.

PBB menegaskan bahwa keberhasilan operasi kemanusiaan akan sangat bergantung pada koordinasi yang erat antara pemerintah Venezuela, badan-badan PBB, organisasi kemanusiaan, dan negara-negara donor. Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Brasil, dan Qatar, juga telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan kepada Venezuela.

Dengan dukungan internasional yang terus mengalir, diharapkan proses penyelamatan korban, distribusi bantuan, serta pemulihan kehidupan masyarakat dapat berlangsung lebih cepat. Komitmen penuh PBB menjadi salah satu fondasi penting dalam membantu Venezuela bangkit dari salah satu bencana alam terbesar yang pernah dihadapi negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *