Bangladesh Siaga Darurat Jelang Hari Jadi Liga Awami, 18.000 Polisi dan Militer Dikerahkan

0
IMG-20260623-WA0066

DHAKA — Pemerintah Bangladesh meningkatkan status siaga keamanan nasional menjelang peringatan hari jadi ke-77 Liga Awami pada 23 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah aparat intelijen memperingatkan adanya potensi gangguan keamanan dan aksi yang dapat memicu ketidakstabilan politik di sejumlah wilayah strategis.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Salahuddin Ahmed, mengatakan pemerintah telah menerima laporan intelijen yang mengindikasikan kemungkinan adanya upaya menciptakan keresahan menjelang peringatan hari jadi partai yang kini telah dibubarkan tersebut.

“Kami memiliki informasi intelijen bahwa Liga Awami mungkin mencoba menciptakan keresahan dan ketidakstabilan di negara seputar 23 Juni,” ujarnya dalam konferensi pers.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mengerahkan militer ke enam distrik utama, yakni Dhaka, Chattogram, Gazipur, Narayanganj, Faridpur, dan Gopalganj. Penempatan pasukan berlaku mulai 22 hingga 30 Juni 2026 dalam kerangka bantuan kepada otoritas sipil guna menjaga ketertiban dan keamanan publik.

Selain dukungan militer, Kepolisian Metropolitan Dhaka (DMP) mengerahkan lebih dari 18.000 personel di seluruh ibu kota. Aparat juga mendirikan lebih dari 200 pos pemeriksaan di berbagai titik strategis serta memperketat pengawasan di seluruh akses masuk menuju Dhaka.

Unit khusus seperti Counter Terrorism and Transnational Crime (CTTC), Detektif Kepolisian, dan Special Branch turut diterjunkan untuk melakukan pemantauan serta operasi intelijen guna mengantisipasi kemungkinan ancaman keamanan.

Sebanyak 15 Tim Respons Cepat (Quick Response Team/QRT) juga disiagakan untuk merespons setiap situasi darurat yang berpotensi terjadi selama masa pengamanan berlangsung.

Situasi ini menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah menarik militer dari tugas pengamanan nasional pada 15 Juni 2026. Kembalinya pasukan ke lapangan menunjukkan tingginya tingkat kewaspadaan pemerintah terhadap kemungkinan eskalasi politik.

Liga Awami sendiri merupakan partai yang pernah mendominasi panggung politik Bangladesh dan dipimpin mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Partai tersebut dibubarkan oleh pemerintahan transisi pada Mei 2025 menyusul gejolak politik besar yang mengguncang negara itu sejak 2024.

Sejak pembubaran tersebut, sejumlah tokoh senior partai menghadapi proses hukum, sementara sebagian lainnya ditangkap atau meninggalkan Bangladesh. Meski demikian, aparat menilai jaringan pendukung partai masih aktif dan berpotensi menggelar berbagai bentuk aksi untuk memperingati hari jadi organisasi tersebut.

Menjelang tanggal 23 Juni, kepolisian juga melakukan sejumlah penangkapan preventif terhadap individu yang diduga tengah mempersiapkan aksi massa. Sedikitnya 28 orang dilaporkan telah diamankan sepanjang Juni terkait dugaan rencana kegiatan politik yang dianggap melanggar larangan pemerintah.

Rapid Action Battalion (RAB) turut mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap upaya menciptakan kekacauan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Pengamanan besar-besaran ini mencerminkan masih rapuhnya stabilitas politik Bangladesh pasca-perubahan pemerintahan. Pemerintah berupaya memastikan peringatan hari jadi Liga Awami tidak berkembang menjadi aksi yang dapat mengganggu keamanan nasional maupun memicu bentrokan politik di tengah situasi yang masih sensitif.

Para pengamat menilai beberapa hari ke depan akan menjadi ujian penting bagi kemampuan pemerintah menjaga stabilitas, sekaligus menjadi indikator arah perkembangan politik Bangladesh setelah periode transisi yang penuh gejolak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *