Menhan Sjafrie Melayat ke Rumah Duka Mayjen TNI (Purn) Nurdin Zainal, Kenang Pengabdian Putra Terbaik Bangsa
JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, , menyampaikan penghormatan terakhir dengan melayat ke rumah duka almarhum di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Kehadiran Menhan Sjafrie menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas wafatnya salah satu tokoh militer yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedaulatan, pertahanan, dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mayjen TNI (Purn) Nurdin Zainal meninggal dunia pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 01.50 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia 76 tahun. Almarhum kemudian dimakamkan di dengan penghormatan yang penuh khidmat.
Kepergian Nurdin Zainal meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi komunitas pertahanan dan militer Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai prajurit profesional yang memiliki rekam jejak panjang dalam bidang intelijen, strategi pertahanan, dan kepemimpinan militer.
Lulusan Akademi Militer tahun 1974 dari kecabangan Infanteri tersebut merupakan teman satu angkatan Presiden Republik Indonesia, , dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Hubungan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun menjadikan kepergian almarhum terasa sangat personal bagi rekan-rekan seperjuangannya.
Sepanjang karier militernya, Nurdin Zainal dipercaya mengemban berbagai posisi strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Atase Pertahanan Republik Indonesia di Den Haag, Komandan Korem 163/Wira Satya, Kepala Staf Kodam XVII/Trikora, hingga Panglima Kodam XVII/Trikora.
Puncak pengabdiannya di lingkungan TNI tercatat saat dipercaya memimpin Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) pada periode 2005–2006. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Umum TNI, sebuah posisi penting yang berperan dalam mendukung kebijakan strategis pertahanan negara.
Dedikasi almarhum tidak berhenti ketika memasuki masa purnatugas. Semangat pengabdiannya kepada bangsa tetap berlanjut melalui berbagai peran di lingkungan pemerintahan.
Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden , almarhum masih dipercaya mengemban amanah sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Bidang Program Prioritas Nasional.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman, kapasitas, dan integritas Nurdin Zainal tetap dibutuhkan negara bahkan setelah mengakhiri karier militernya.
Dalam pernyataannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sahabat sekaligus rekan seperjuangannya tersebut. Ia mendoakan agar seluruh amal ibadah, pengabdian, dan jasa-jasa almarhum diterima oleh Allah SWT serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Sjafrie juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan besar tersebut.
Kepergian Mayjen TNI (Purn) Nurdin Zainal menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Jejak pengabdiannya dalam dunia intelijen, pertahanan, dan keamanan nasional akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan TNI.
Warisan nilai-nilai pengabdian, loyalitas, profesionalisme, serta komitmennya terhadap kepentingan nasional menjadi teladan bagi generasi penerus, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan. Sosok Nurdin Zainal akan dikenang sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang mengabdikan seluruh energi dan pemikirannya demi menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia.
