Kurikulum Merdeka 2026 Diperkuat Koding dan AI, Berlaku Nasional untuk Transformasi Pendidikan Indonesia

0
IMG-20260617-WA0046


Jakarta – Pemerintah terus memperkuat transformasi pendidikan nasional melalui penyempurnaan Kurikulum Merdeka 2026 yang dijadwalkan berlaku secara nasional. Reformasi ini menitikberatkan pada pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan konsep esensial, serta pengembangan kompetensi digital melalui integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai bagian dari pilihan pembelajaran.


Penerapan kurikulum terbaru ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan. Peran guru juga diperkuat melalui peningkatan kompetensi, termasuk akses terhadap berbagai pelatihan dan pengembangan profesional dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan.


Selain transformasi berbasis teknologi, pemerintah juga menyiapkan pendekatan khusus bagi sekolah yang terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana bagi sekolah terdampak dengan pendekatan bertahap sesuai kondisi pemulihan.


Pada fase pertama, yakni Fase Tanggap Darurat (0–3 bulan), pembelajaran difokuskan pada kebutuhan dasar siswa, seperti literasi, numerasi, kesehatan, keselamatan diri, serta dukungan psikososial agar proses pendidikan tetap berjalan dalam situasi krisis.
Selanjutnya, pada Fase Pemulihan Dini (3–12 bulan), sekolah mulai mengintegrasikan edukasi mitigasi bencana ke dalam pembelajaran, dengan penerapan jadwal yang lebih fleksibel serta asesmen transisi sesuai kondisi peserta didik.


Sementara pada Fase Pemulihan Lanjutan (1–3 tahun), pendidikan kebencanaan diarahkan menjadi bagian permanen dalam ekosistem sekolah untuk membangun generasi yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana.
Transformasi pendidikan 2026 juga akan semakin memperkuat digitalisasi pembelajaran. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, diarahkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan sesuai kebutuhan setiap siswa.


Melalui penguatan Kurikulum Merdeka, pemerintah menargetkan terciptanya sistem pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu membentuk generasi yang kreatif, adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *