BEM Fakultas Bersatu Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

0
1781737417622-1

JAKARTA – BEM Fakultas Bersatu menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (16/6/2026). Dalam kesempatan itu, juru bicara BEM Fakultas Bersatu, Rahmat Djimbula, menilai Program MBG telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan asupan gizi dan mendukung kesejahteraan kelompok yang membutuhkan.

Menurut Rahmat, program tersebut memiliki dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga layak untuk terus dilanjutkan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan tata kelola tetap diperlukan agar pelaksanaannya semakin efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

“Program ini memiliki manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memandang keberlanjutannya penting, dengan tetap melakukan perbaikan dalam aspek pelaksanaan dan pengawasannya,” ujarnya.

Selain menyampaikan dukungan terhadap Program MBG, BEM Fakultas Bersatu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih fokus mengawal berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

Mereka menyoroti pentingnya penguatan upaya pemberantasan korupsi, peningkatan pengawasan terhadap program-program publik, serta kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BEM Fakultas Bersatu menilai bahwa keterlibatan publik dalam mengawasi jalannya program pemerintah merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok usia sekolah. Program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *