Gibran Terima Aspirasi Mahasiswa di Istana Wapres, Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik dan Evaluasi

0
1781588694470

JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan berbagai program dan kebijakan nasional melalui dialog terbuka dengan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gibran menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih pemerintah harus dijaga bersama, namun di saat yang sama pemerintah juga menyadari masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujar Gibran sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.

Wakil Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang terus menyuarakan aspirasi masyarakat melalui jalur demokratis. Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan secara tertib dan konstruktif merupakan bagian penting dalam proses pembangunan nasional.

Ia menegaskan pemerintah tidak anti kritik. Sebaliknya, pemerintah memandang keterlibatan aktif mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial yang diperlukan untuk memastikan berbagai program berjalan sesuai harapan masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa, kata Gibran, akan menjadi bahan evaluasi dan diteruskan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai kajian dan tuntutan terkait sejumlah isu nasional, mulai dari program pembangunan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai kebijakan strategis pemerintah. Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Wakil Presiden bersama jajaran Sekretariat Wakil Presiden.

Perwakilan mahasiswa yang hadir mengapresiasi keterbukaan pemerintah dalam menerima dialog secara langsung. Mereka berharap komunikasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dapat terus dibuka sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan peningkatan kualitas kebijakan publik.

Pengamat menilai langkah menerima langsung perwakilan demonstran menunjukkan pendekatan dialogis yang semakin penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat partisipasi warga negara dalam proses pengambilan kebijakan.

Dengan menerima aspirasi mahasiswa secara langsung, pemerintah mengirimkan pesan bahwa kritik bukanlah ancaman, melainkan bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat. Dialog yang terbuka dan konstruktif diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang semakin responsif terhadap kebutuhan rakyat serta memperkuat fondasi Indonesia menuju pembangunan yang berkelanjutan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *