DEDI MULYADI SIAPKAN BEASISWA ITB UNTUK 1.000 MAHASISWA MISKIN! Pemprov Jabar Sudah Buka Kuota 500 Penerima
BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyiapkan terobosan di bidang pendidikan dengan merumuskan program bantuan pendidikan bagi 1.000 anak asal Jawa Barat dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Program ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Dikutip dari pemberitaan detikEdu, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menyampaikan bahwa konsep bantuan bagi 1.000 mahasiswa tersebut masih dalam tahap perumusan.
“Saya sudah akan menyiapkan lagi sekarang 1.000 anak Jawa Barat. Saya ingin, saya cita-cita nih. Lagi-lagi saya rumusin, ingin semuanya sekolah di ITB. Dan itu orang-orang miskin. Saya lagi nyiapin konsepnya,” demikian pernyataan KDM sebagaimana diberitakan.
PROGRAM 500 MAHASISWA SUDAH DIBUKA
Selain rencana bantuan untuk 1.000 mahasiswa, Pemprov Jawa Barat juga telah menggulirkan Beasiswa Pemprov Jabar 2027 bagi 500 mahasiswa ITB asal Jawa Barat.
Pendaftaran program tersebut dibuka hingga 31 Desember 2026. Bantuan yang diberikan berupa Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) ITB.
Berdasarkan informasi persyaratan yang diberitakan, program 500 penerima ini ditujukan bagi mahasiswa ITB angkatan 2023, 2024, 2025, dan 2026 dengan ketentuan IPK minimal 3,50.
Calon pendaftar juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen administrasi, antara lain:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Kartu Keluarga (KK).
- Pakta Integritas.
- Bukti organisasi, sertifikat lomba, atau dokumen pendukung lainnya.
- Transkrip akademik.
- Nilai Ujian Nasional untuk mahasiswa angkatan 2026, sesuai ketentuan program.
Perlu diperhatikan, persyaratan tersebut merupakan ketentuan program beasiswa untuk 500 mahasiswa yang telah dibuka. Persyaratan untuk rencana program 1.000 mahasiswa masih menunggu perumusan lebih lanjut.
MELANJUTKAN UPAYA MEMPERLUAS AKSES PENDIDIKAN
Jawa Barat sebelumnya juga memiliki program Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) yang berjalan pada periode 2019–2024.
Program tersebut memberikan dukungan pendidikan bagi warga Jawa Barat pada berbagai jenjang, mulai dari D3, D4, S1, S2 hingga S3. Selain bantuan biaya pendidikan, JFLS juga mencakup program pendampingan bagi penerima beasiswa.
Skema beasiswa JFLS terdiri atas jalur akademik dan nonakademik, termasuk dukungan bagi mahasiswa berprestasi di bidang keagamaan, olahraga, seni dan budaya, serta aktivitas kemahasiswaan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang penting dalam pengembangan kebijakan bantuan pendidikan di Jawa Barat.
PENDIDIKAN TINGGI JANGAN HANYA MENJADI MILIK KELUARGA MAMPU
Rencana beasiswa bagi 1.000 mahasiswa ITB menghadirkan persoalan mendasar tentang kesetaraan kesempatan dalam memperoleh pendidikan tinggi.
Kemampuan ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi untuk melanjutkan pendidikan. Sebab, akses pendidikan yang lebih terbuka dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan mobilitas sosial.
Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya kuota. Ketepatan sasaran penerima, transparansi seleksi, kepastian anggaran, besaran bantuan, serta keberlanjutan pembiayaan juga menjadi faktor penting.
Publik tentu menantikan kejelasan teknis program 1.000 mahasiswa tersebut, termasuk mekanisme pendaftaran dan kriteria penerima yang akan ditetapkan pemerintah daerah.
Jika dirancang secara transparan dan tepat sasaran, program ini berpotensi menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi anak-anak Jawa Barat dari keluarga kurang mampu.
Rakyat Berhak Tahu. Pendidikan Berkualitas, Kesempatan Harus Terbuka untuk Semua.
Sumber: detikEdu dan PPID Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
