Mahasiswa Beri Tenggat 5 Hari kepada Pemerintah Usai Bertemu Wapres Gibran
JAKARTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam perwakilan Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin memberikan ultimatum kepada pemerintah usai melakukan dialog dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan terkait berbagai isu nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.
Usai dialog berlangsung, perwakilan mahasiswa menyatakan memberikan tenggat waktu 5×24 jam kepada pemerintah untuk menunjukkan progres nyata atas tuntutan yang telah disampaikan.
Beberapa poin utama yang menjadi perhatian mahasiswa antara lain evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi pendidikan tinggi, peninjauan kembali regulasi terkait kepolisian, serta kebijakan pemerintah mengenai stabilitas ekonomi dan energi nasional.
Menurut perwakilan mahasiswa, tenggat waktu tersebut diberikan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam mengawal hasil dialog yang telah dilakukan bersama pihak pemerintah.
Mahasiswa menegaskan bahwa apabila dalam kurun waktu yang ditentukan tidak terdapat langkah konkret atau kejelasan tindak lanjut dari pemerintah, maka hal tersebut dapat dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi yang telah disampaikan dalam forum resmi tersebut.
Di sisi lain, pihak Istana menyampaikan bahwa seluruh masukan dan aspirasi mahasiswa diterima dengan baik dan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan.
Pihak Istana juga memastikan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Dialog antara mahasiswa dan pemerintah ini mencerminkan pentingnya ruang komunikasi yang terbuka dalam sistem demokrasi. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dinilai menjadi bagian dari partisipasi publik dalam mengawal berbagai kebijakan strategis nasional.
Pengamat menilai bahwa tindak lanjut pemerintah terhadap berbagai masukan tersebut akan menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya generasi muda, terhadap proses pengambilan kebijakan di tingkat nasional.
Sementara itu, berbagai kalangan kini menantikan langkah konkret pemerintah dalam merespons tuntutan mahasiswa, terutama terkait sektor pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas ekonomi yang menjadi perhatian luas publik.
