Pencarian Berakhir Tragis! Terduga Pelaku Penusukan Jembatan Nginden Surabaya Ditemukan Tewas Tersangkut Eceng Gondok

0
1793413635041

SURABAYA – Pencarian terhadap pria yang diduga terlibat dalam aksi penusukan di kawasan Jembatan Nginden, Surabaya, akhirnya berakhir tragis. Pria yang sebelumnya melompat ke Sungai Jagir untuk melarikan diri dari kejaran massa tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (31/10/2026) pagi.

Jenazah ditemukan tersangkut di antara eceng gondok tepat di bawah Jembatan Nginden Intan, Surabaya.

Informasi penemuan tersebut disampaikan Aprilia, petugas Command Center Surabaya, berdasarkan laporan rekan-rekan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang melaksanakan pencarian orang di kawasan Sungai Panjang Jiwo.

“Informasi dari rekan BPBD yang melaksanakan giat pencarian orang di Sungai Panjang Jiwo, yang diduga pelaku penusukan sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tepat pukul 05.35 WIB. Jenazah ditemukan di bawah Jembatan Nginden Intan,” kata Aprilia kepada Suara Surabaya, Sabtu pagi.

Penemuan jenazah tersebut mengakhiri pencarian yang sebelumnya melibatkan petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, kepolisian, dan unsur penyelamat lainnya.

Berawal dari Cekcok Dua Rombongan Pengendara Mobil

Peristiwa penusukan yang menghebohkan masyarakat Surabaya tersebut terjadi pada Kamis (29/10/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, kejadian bermula dari perselisihan antara dua rombongan pengendara mobil Toyota Avanza dan Toyota Innova Zenix.

Menurut penjelasan kepolisian, pengendara Innova Zenix awalnya menegur pengendara Avanza karena dinilai mengemudi secara ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Namun, teguran tersebut justru memicu pertengkaran. Rombongan pengendara Avanza diduga berada dalam kondisi mabuk sehingga perselisihan semakin memanas.

“Karena dinilai membahayakan, pengendara Innova Zenix menegur pengendara Avanza. Namun, karena pengendara Avanza diduga dalam keadaan mabuk, mereka tidak terima dan terjadilah perselisihan,” jelas Luthfie, Jumat (30/10/2026).

Keributan Berujung Penusukan, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Situasi semakin memanas ketika salah seorang dari rombongan Avanza diduga mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Setelah insiden penusukan, warga yang berada di sekitar lokasi berusaha mengejar orang yang diduga melakukan penyerangan.

Dalam situasi tersebut, pria yang diduga terlibat penusukan memilih melarikan diri dengan cara melompat dari jembatan ke Sungai Jagir.

“Setelah menusuk korban dan diamuk massa, pelaku kemudian melarikan diri dengan cara terjun ke Kali Jagir,” ungkap Kapolrestabes Surabaya.

Arus Sungai Deras, Pencarian Melibatkan Tim Gabungan

Kapolrestabes Surabaya menjelaskan bahwa kondisi Sungai Jagir saat kejadian cukup berbahaya. Arus sungai dilaporkan deras dengan perkiraan kedalaman mencapai delapan meter.

Polisi juga menduga pria tersebut tidak memiliki kemampuan berenang.

Sejak Jumat (30/10/2026) pagi, petugas gabungan melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan berbagai peralatan penyelamatan.

Pencarian menghadapi sejumlah kendala, termasuk eceng gondok, sampah, dan ranting yang menghambat pergerakan petugas di sepanjang aliran sungai.

Petugas kemudian melanjutkan operasi pencarian hingga akhirnya jenazah ditemukan pada Sabtu pagi.

Polisi Masih Mendalami Rangkaian Peristiwa

Sebelum penemuan jenazah, Satreskrim Polrestabes Surabaya telah memeriksa sejumlah orang yang diduga mengetahui atau berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Tiga orang dilaporkan telah dimintai keterangan sebagai saksi untuk membantu mengungkap secara utuh kronologi perselisihan yang berujung penusukan.

Penemuan jenazah terduga pelaku menjadi perkembangan baru dalam penanganan perkara tersebut.

Meski demikian, penyelidikan tetap diperlukan untuk memastikan identitas jenazah, penyebab kematian, serta seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi pada malam kejadian.

Perselisihan di Jalan Raya Berujung Kehilangan Nyawa

Peristiwa di Jembatan Nginden menjadi pengingat bahwa perselisihan di jalan raya dapat berkembang menjadi persoalan serius apabila tidak dikendalikan.

Teguran antarpengendara seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan atau penggunaan senjata tajam.

Keselamatan pengguna jalan dan pengendalian emosi menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa.

Kini, setelah jenazah ditemukan, masyarakat menunggu hasil identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang guna memastikan seluruh fakta di balik peristiwa tragis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *