Pria 29 Tahun Tewas Dibacok Pria Bercadar di Way Kanan, Polisi Selidiki Motif dan Kejar Pelaku
WAY KANAN, LAMPUNG — Seorang pria bernama Rian (29), warga Mesuji Timur, meninggal dunia setelah menjadi korban dugaan pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Letter S Buana Jaya, Hutan Tanaman Industri (HTI) Register 44, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Minggu (25/10/2026) malam.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepolisian, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari sejauh kurang lebih 200 meter sebelum akhirnya tersungkur akibat luka yang dideritanya.
Hingga Senin (26/10/2026), Satreskrim Polres Way Kanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku, mendalami rangkaian kejadian, serta mengetahui motif di balik serangan tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Negara Batin, Aipda Legar, mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan melakukan upaya pengejaran terhadap orang yang diduga terlibat.
Menurutnya, penyelidikan masih berlangsung sehingga polisi membutuhkan waktu untuk mengumpulkan keterangan dan bukti yang dapat menjelaskan peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Berawal dari Korban Bertamu ke Rumah Warga
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Rian bersama seorang rekannya mendatangi rumah warga berinisial K menggunakan sepeda motor Honda Revo berwarna hijau.
Ketika korban tiba, K sedang tidak berada di rumah. Hanya ada istri K berinisial Y (32) bersama anaknya. Korban diketahui merupakan kenalan lama K ketika keduanya berada di Lembaga Pemasyarakatan Menggala.
Korban kemudian duduk dan berbincang di teras rumah hingga menjelang waktu magrib.
Sebelum melanjutkan perjalanan pulang, korban sempat membeli bahan bakar minyak (BBM) sebanyak tiga liter di warung milik keluarga K yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah tersebut. BBM itu belum dibayar sehingga pemilik warung kemudian menagih pembayarannya kepada Y.
Y selanjutnya meminta anaknya mengambil uang di layanan BRI Link yang berjarak sekitar 300 meter. Anak tersebut diantar oleh rekan korban.
Pria Bercadar Diduga Menyerang Korban
Ketika rangkaian peristiwa tersebut berlangsung, seorang pria berinisial YK datang dan menyoroti wajah korban menggunakan senter sambil menanyakan asal-usulnya.
Tidak lama kemudian, seorang pria lain yang mengenakan penutup wajah dan pakaian gelap diduga muncul dari belakang. Pria tersebut kemudian menyerang korban menggunakan senjata tajam yang diduga berupa golok.
Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam rumah. Namun, penyerang diduga terus mengejar hingga korban kembali berlari keluar rumah.
Pengejaran berlanjut hingga sekitar 200 meter dari lokasi awal. Korban akhirnya tersungkur di tanah dalam kondisi mengalami luka serius.
Melihat kejadian tersebut, Y disebut berteriak meminta pertolongan warga. Warga yang mendengar teriakan kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Korban Dievakuasi ke Puskesmas
Petugas Polsek Negara Batin bersama tim medis dan personel identifikasi Polres Way Kanan kemudian mendatangi lokasi kejadian.
Korban dievakuasi ke Puskesmas Kampung Gisting Jaya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang disampaikan kepolisian, korban mengalami sejumlah luka pada bagian pipi kanan, leher, pundak kanan, serta jari kelingking kiri.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan penanganan perkara, antara lain kemeja kotak-kotak hitam krem, celana jins pendek berwarna biru navy, sweater hitam, dan helm hitam.
Polisi Dalami Peran Sejumlah Pihak
Polisi masih mendalami keterangan para saksi, termasuk informasi mengenai kehadiran pria berinisial YK sebelum serangan terjadi. Identitas dan peran setiap pihak perlu dipastikan melalui penyelidikan serta alat bukti yang sah.
Hingga informasi ini disusun, motif penyerangan belum dipastikan secara resmi. Polisi juga masih berupaya mengungkap identitas orang yang diduga melakukan pembacokan dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.
Masyarakat diimbau tidak berspekulasi mengenai motif maupun menyebarkan tuduhan terhadap seseorang sebelum ada keterangan resmi dari penyidik.
Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus memastikan pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
