Megawati Ingatkan Generasi Muda: Pintar Saja Tidak Cukup, Keberanian dan Integritas Jadi Ujian
JAKARTA – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengingatkan generasi muda bahwa kecerdasan intelektual dan penguasaan teknologi harus diimbangi karakter yang kuat, integritas, serta keberanian dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Megawati melalui tayangan video pada puncak Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Menurut Megawati, kualitas generasi penerus bangsa tidak cukup diukur dari tingkat pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, maupun kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, generasi muda harus memiliki keteguhan prinsip dan keberanian moral ketika menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi ilmu yang kalian kuasai, tetapi juga oleh seberapa kuat karakter kalian,” ujar Megawati dalam tayangan video tersebut.
Ia juga menyoroti fenomena orang-orang berpendidikan dan berpengetahuan tinggi yang dinilai belum tentu memiliki keteguhan hati ketika menghadapi tantangan.
“Banyak mereka justru orang pintar, tetapi hatinya goyang, hatinya tidak teguh, tidak berani,” sambungnya.
Keberanian Membela Kebenaran dan Melawan Ketidakadilan
Megawati menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran, menentang ketidakadilan, serta membela masyarakat yang lemah dan membutuhkan perlindungan.
Pesan tersebut menempatkan karakter dan integritas sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kecerdasan, menurut arah pesan yang disampaikan, harus diwujudkan melalui tindakan yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda juga dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, kebijaksanaan, serta tanggung jawab moral.
Kemampuan menguasai teknologi perlu berjalan beriringan dengan kesadaran etis. Sebab, kemajuan tanpa tanggung jawab dapat kehilangan orientasi terhadap kepentingan manusia dan keadilan sosial.
Sumpah Pemuda dan Tanggung Jawab Generasi Penerus
Merah Muda Fest 2026 diselenggarakan PDIP dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali menegaskan peran generasi muda dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, dan berkontribusi terhadap masa depan Indonesia.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan peringatan Sumpah Pemuda juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan anggota Komisi X DPR RI Denny Cagur ketika mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jakarta Pusat pada Minggu (25/10/2026).
Pesan Megawati menggarisbawahi bahwa tantangan generasi muda tidak berhenti pada pencapaian akademik atau kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Ujian sesungguhnya juga terletak pada keberanian mempertahankan prinsip ketika berhadapan dengan tekanan, kepentingan, dan ketidakadilan.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kecerdasan semestinya menjadi modal untuk mencari solusi, sedangkan integritas menjadi pegangan agar pengetahuan tidak disalahgunakan.
Pada akhirnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga teguh dalam bersikap, berani menyuarakan kebenaran, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebab, kualitas masa depan bangsa turut ditentukan oleh karakter orang-orang yang akan meneruskannya.
