HARI SANTRI NASIONAL 2026, RIZKAN AL MUBAROK: SANTRI ADALAH PENJAGA MORAL BANGSA DAN PEWARIS SEMANGAT PERJUANGAN ULAMA

0
file_00000000a958821188cf31156c9e9127

SOROTAN PUBLIK — Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026, Rizkan Al Mubarok, Ketua Dewan Perwakilan AWNI se-Sumatera sekaligus Ketua AWNI Provinsi Jambi, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh santri, ulama, kiai, ustaz, serta keluarga besar pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Rizkan menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri yang telah mengambil bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak generasi muda, merawat persatuan, dan menanamkan semangat cinta Tanah Air.

“Selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri Indonesia. Teruslah menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berjiwa nasionalis, serta teguh dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Santri adalah bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa dan memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan Indonesia,” ujar Rizkan Al Mubarok.

Mengenang Perjuangan Ulama dan Santri

Rizkan menyampaikan bahwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran ulama dan santri. Salah satu momentum penting yang menjadi pengingat atas kontribusi tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945.

Semangat perjuangan itu menjadi bagian dari sejarah perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bagi Rizkan, nilai perjuangan para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi muda, bukan hanya melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai santri masa kini harus mampu memadukan kekuatan iman, keluasan ilmu pengetahuan, akhlak, dan kepedulian sosial untuk menjawab berbagai tantangan zaman.

“Semangat para ulama dan santri terdahulu harus terus hidup. Perjuangan hari ini tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi juga melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, kejujuran, keberanian membela kebenaran, serta kepedulian terhadap nasib rakyat,” tegasnya.

Santri Harus Menjadi Pelopor Kebaikan dan Keadilan

Sebagai Ketua Dewan Perwakilan AWNI se-Sumatera, Rizkan juga menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan bangsa dan membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai moral.

Ia berharap para santri tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, sosial, kebudayaan, teknologi, dan pembangunan nasional.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang berintegritas, tidak mudah terprovokasi, mampu berpikir kritis, serta berani menyuarakan kebenaran dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.

Rizkan juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati jasa para ulama dan menjaga keberadaan pesantren sebagai bagian penting dari pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.

“Santri harus menjadi pelopor kebaikan, penjaga persatuan, dan pembela kepentingan rakyat. Ilmu yang dimiliki hendaknya membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Jangan pernah meninggalkan akhlak, kejujuran, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran,” ungkapnya.

Persatuan, Akhlak, dan Masa Depan Indonesia

Rizkan berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat memperkuat hubungan antara ulama, santri, pemerintah, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih adil, damai, dan sejahtera.

Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai agama, kemanusiaan, serta keadilan sosial.

Menurutnya, masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

“Dari pesantren, kita belajar tentang ilmu, adab, keikhlasan, dan pengabdian. Mari kita jadikan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keutuhan NKRI, dan melanjutkan perjuangan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tutup Rizkan Al Mubarok.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026.

Santri Berilmu, Berakhlak, dan Berjuang untuk Agama, Bangsa, serta Negara.

Salam Perjuangan Rakyat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *