Rumah Basuki Hadimuljono Pernah Digusur demi Tol Becakayu, Begini Sikap Mantan Menteri PUPR

0
1792627532668-1

BEKASI, JAWA BARAT — Sebuah kisah pengorbanan demi pembangunan infrastruktur datang dari mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Rumah pribadinya di Kompleks Pengairan-PU Rawasemut, Bekasi Timur, terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) pada 2019.

Rumah yang telah ditempatinya sejak 1990 itu harus terkena dampak pembangunan jalan tol. Meski memiliki nilai historis dan menjadi tempat tinggal selama puluhan tahun, Basuki disebut merelakan rumahnya demi mendukung pelaksanaan proyek infrastruktur tersebut.

Rumah Terdampak Trase Tol Becakayu

Pembangunan Tol Becakayu membutuhkan ruang untuk jalur jalan dengan lebar lahan yang disebut mencapai 24,7 meter. Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, posisi rumah Basuki hanya berjarak sekitar 15 meter dari pagar di sekitar saluran air Kalimalang.

Kondisi tersebut membuat rumahnya berada dalam area yang terdampak trase pembangunan tol.

Proyek Tol Becakayu sendiri merupakan salah satu pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan kawasan Bekasi dengan Cawang dan Kampung Melayu. Kehadirannya ditujukan untuk mendukung konektivitas serta membantu mobilitas masyarakat di kawasan timur Jakarta dan sekitarnya.

Tidak Meminta Jalur Tol Dibelokkan

Hal yang menjadi perhatian dalam kisah ini adalah sikap Basuki ketika rumahnya terdampak proyek pembangunan.

Ia disebut memilih merelakan rumah tersebut tanpa meminta perlakuan khusus. Basuki juga tidak meminta agar jalur tol diubah atau dibelokkan demi mempertahankan bangunan pribadinya.

Sikap tersebut menjadi gambaran tentang bagaimana kepentingan pribadi berhadapan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat luas.

Namun, keputusan terkait pembebasan lahan dan penggusuran dalam proyek infrastruktur tetap harus dilaksanakan sesuai ketentuan hukum, termasuk prosedur pengadaan tanah dan pemenuhan hak pihak yang terdampak.

Pengorbanan Pribadi di Tengah Pembangunan Infrastruktur

Kisah rumah Basuki Hadimuljono yang terdampak Tol Becakayu kembali mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak selalu berjalan tanpa konsekuensi bagi masyarakat di sekitar proyek.

Pembangunan jalan tol membutuhkan perencanaan, ruang, serta proses pengadaan tanah yang dapat memengaruhi rumah dan lahan milik warga.

Dalam konteks tersebut, transparansi, kepastian hukum, dan perlindungan hak masyarakat tetap menjadi bagian penting dari pelaksanaan pembangunan.

Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan untuk kepentingan publik perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak warga yang terdampak, tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *