SEJARAH BARU PERADILAN MILITER INDONESIA! Brigjen TNI Faridah Faisal Jadi Perempuan Pertama Pimpin Pengadilan Militer Utama
SOROTAN PUBLIK — Nama Brigadir Jenderal TNI Faridah Faisal, S.H., M.H., mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan peradilan militer Indonesia. Pada 9 Februari 2026, ia resmi dilantik sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama) oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H.
Pengangkatan tersebut menjadi tonggak bersejarah karena Faridah merupakan perempuan pertama yang dipercaya memimpin lembaga peradilan militer tertinggi di Indonesia.
Informasi pelantikan itu diumumkan melalui situs resmi Pengadilan Militer Utama pada 11 Februari 2026. Penunjukan Faridah sekaligus menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang untuk menduduki posisi strategis dalam sistem hukum dan peradilan di lingkungan militer.
BERPENGALAMAN DI DUNIA PERADILAN MILITER
Sebelum menduduki jabatan Kadilmiltama, Faridah telah dikenal melalui kiprahnya di lingkungan peradilan militer. Namanya menjadi perhatian publik ketika memimpin majelis hakim dalam perkara pembunuhan dua remaja, Handi Saputra dan Salsabila, yang dikenal sebagai kasus Nagreg.
Pada 7 Juni 2022, majelis hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang dipimpin Brigjen TNI Faridah Faisal menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan pemecatan dari dinas militer terhadap Kolonel Infanteri Priyanto.
Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Priyanto terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, perampasan kemerdekaan, serta menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian korban. Putusan tersebut menjadi salah satu perkara yang membuat nama Faridah dikenal luas oleh masyarakat.
PEREMPUAN DI POSISI STRATEGIS PENEGAKAN HUKUM
Kehadiran Faridah di pucuk pimpinan Pengadilan Militer Utama menjadi simbol penting bagi keterlibatan perempuan dalam institusi hukum dan pertahanan negara.
Jabatan tersebut menuntut integritas, ketelitian, pemahaman hukum, serta tanggung jawab besar dalam menjaga proses peradilan agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pencapaian ini juga menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan kompetensi merupakan unsur penting dalam menjalankan tugas negara. Dalam sistem peradilan, setiap perkara harus diperiksa secara cermat dengan berpedoman pada hukum dan alat bukti.
LEBIH DARI SEKADAR PENCAPAIAN PERSONAL
Penunjukan Faridah bukan hanya menjadi catatan penting dalam perjalanan karier seorang perwira perempuan. Peristiwa tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan institusi peradilan militer Indonesia.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya membawa harapan agar peradilan militer terus memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, serta pelayanan hukum yang berintegritas.
Publik tentu berharap setiap lembaga peradilan mampu menjalankan kewenangannya secara independen, objektif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjunjung tinggi prinsip keadilan bagi semua pihak.
Kisah Faridah Faisal menjadi salah satu catatan sejarah tentang perempuan yang dipercaya mengemban tanggung jawab besar di lingkungan peradilan militer nasional.
SOROTAN PUBLIK — Mengungkap Fakta, Mengawal Kepentingan Publik.
