HUT ke-61 Kabupaten Bungo, Al Haris Tegaskan Efisiensi Anggaran Bukan Alasan Berhenti Berinovasi

0
1792565453065-1

SOROTAN PUBLIK — Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembangunan daerah. Pemerintah kabupaten dan kota diminta terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, serta aktif mencari peluang pendanaan agar program pembangunan tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bungo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Bungo, Senin (19 Oktober 2026), di Gedung DPRD Kabupaten Bungo.

Rapat paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Bungo Muhamad Adani. Turut hadir Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Bupati Bungo Dedi Putra, unsur DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Al Haris menyebut usia 61 tahun merupakan perjalanan panjang pembangunan Kabupaten Bungo. Berbagai capaian telah diraih, tetapi masih terdapat sejumlah tantangan yang membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Pertumbuhan Ekonomi Bungo Meningkat

Al Haris mengapresiasi perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bungo sepanjang 2025.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bungo mencapai 4,44 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 3,36 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan dari 74,44 menjadi 75,15.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 69,97 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,33 persen, dan tingkat kemiskinan sebesar 5,17 persen.

Menurut Al Haris, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang patut diapresiasi. Meski demikian, pemerintah daerah tetap harus memperkuat berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk penanganan stunting.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

Anggaran Terbatas, Peluang Pembangunan Harus Dimaksimalkan

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Al Haris meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Jambi tidak kehilangan semangat dalam menjalankan pembangunan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu mengidentifikasi potensi, membuka peluang kerja sama, dan mencari sumber dukungan yang sah agar program prioritas tetap terlaksana.

“Memang anggaran kita kecil, tapi peluang itu besar. Kalau kita terus bekerja mencari peluang-peluang, insyaallah ada jalan,” kata Al Haris.

Ia mencontohkan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Senang Lelang, Kabupaten Bungo, yang menurut keterangannya telah memasuki tahap kontrak dengan penyedia.

Al Haris juga mengapresiasi berbagai inovasi Pemerintah Kabupaten Bungo, termasuk upaya mendorong perkembangan Bandara Muara Bungo dan program yang diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi serta pendapatan daerah.

Ia berharap sinergi pemerintah kabupaten, DPRD, Forkopimda, dan masyarakat terus diperkuat untuk mengoptimalkan potensi daerah.

Al Haris Ingatkan Ancaman Karhutla dan Kabut Asap

Selain membahas pembangunan, Gubernur Jambi turut menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah.

Al Haris mengapresiasi Kabupaten Bungo dan Merangin yang, menurut keterangannya, tidak termasuk daerah dengan angka karhutla tinggi di Provinsi Jambi.

Namun, ia mengingatkan bahwa kabut asap tetap menjadi persoalan serius karena penyebarannya dapat melintasi batas administratif kabupaten dan kota.

Jarak antardaerah serta arah angin memungkinkan asap dari lokasi kebakaran menyebar ke wilayah lain, termasuk Bungo dan Tebo. Dampak kabut asap juga menjadi perhatian lintas negara ketika polusi udara meluas hingga kawasan negara tetangga.

Al Haris mengajak seluruh kepala daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat memperkuat koordinasi untuk mencegah serta menangani karhutla.

Ia juga menekankan pentingnya mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan.

“Pelan-pelan budaya ini harus kita ubah. Kita edukasi masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Pencegahan karhutla, menurut pesan tersebut, membutuhkan kerja sama semua pihak. Selain penegakan aturan, masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi mengenai cara pengelolaan lahan yang lebih aman dan sesuai ketentuan.

Bupati Dedi Putra Ajak Masyarakat Maksimalkan Potensi Daerah

Sementara itu, Bupati Bungo Dedi Putra menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-61 Kabupaten Bungo menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

Ia menilai kemajuan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari jasa, pengabdian, dan kerja keras para pemimpin terdahulu.

Menurut Dedi, Kabupaten Bungo masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan komitmen bersama, terlebih ketika kondisi keuangan daerah menuntut pemerintah lebih cermat dalam menentukan prioritas.

“Dengan kondisi keuangan yang sangat terbatas sekarang, kita harus memanfaatkan peluang yang sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dedi mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kualitas kerja, mengambil keputusan secara bijaksana, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan, keadilan, dan semangat gotong royong dalam mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

HUT ke-61 Bungo Jadi Momentum Memperkuat Inovasi

Usai rapat paripurna, Al Haris kembali mengapresiasi semangat Bupati dan Wakil Bupati Bungo bersama DPRD serta Forkopimda dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Ia berharap berbagai inovasi dan peluang yang sedang dikembangkan dapat menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Bungo pada masa mendatang.

“Meski tantangan berat dan kita semua menghadapi efisiensi, jangan berhenti untuk berinovasi,” pungkas Al Haris.

Peringatan HUT ke-61 Kabupaten Bungo menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarlembaga, mengoptimalkan potensi daerah, dan memastikan pembangunan tetap berjalan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana pemerintah mengelola anggaran secara efisien, tetapi juga bagaimana setiap program mampu menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat.

Dengan inovasi, tata kelola yang baik, dan kolaborasi yang berkelanjutan, Kabupaten Bungo diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SOROTAN PUBLIK — Mengungkap Fakta, Mengawal Kepentingan Publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *