Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Dakwah Ekonomi Disorot untuk Wujudkan Kemandirian Umat

0
1792316633505

SURABAYA — Penguatan ekonomi umat menjadi salah satu sorotan dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam (SI) ke-42 yang digelar di Surabaya, Minggu (18/10/2026). Mengusung tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”, kongres ini menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi sebagai bagian dari perjuangan meningkatkan kesejahteraan umat.

Dalam pandangan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, dakwah ekonomi dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing dan kemandirian masyarakat. Upaya ini mencakup pengembangan ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, kepedulian terhadap ekologi dan keberlanjutan, serta kewirausahaan umat.

Penguatan ekonomi tidak cukup berhenti pada ajakan atau wacana. Diperlukan gerakan bersama yang mampu membuka akses usaha, memperluas kesempatan pembiayaan, serta meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola potensi ekonomi secara mandiri.

Koperasi Pesantren dan Masjid Jadi Perhatian

Salah satu bidang yang mendapat perhatian ialah perkoperasian. Pengembangan koperasi pesantren dan koperasi berbasis masjid dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.

Selain itu, perluasan akses pembiayaan berbasis syariah diharapkan dapat membantu pelaku usaha umat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Dengan dukungan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, koperasi dapat berperan sebagai wadah usaha bersama yang memberikan manfaat bagi anggotanya.

Potensi zakat dan wakaf juga dapat dikembangkan secara produktif sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan yang tepat diharapkan mampu mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan akses terhadap modal dan kesempatan usaha.

Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati

Tema kongres menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai kebebasan politik, tetapi juga sebagai kemampuan masyarakat untuk membangun kehidupan ekonomi yang mandiri dan sejahtera.

Dalam konteks tersebut, ekonomi syariah, koperasi, kewirausahaan, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan diharapkan dapat saling melengkapi. Kolaborasi berbagai pihak menjadi penting agar gerakan ekonomi umat mampu menghasilkan program konkret dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 diharapkan menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem ekonomi umat, memperluas kesempatan usaha, serta meningkatkan kemandirian masyarakat.

Sejumlah Tokoh Hadir

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Utusan Khusus Presiden Muhammad Mardiono, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, serta Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan.

Dalam informasi yang diberikan, turut disebutkan kehadiran Emil Elestianto Dardak. Jabatan dan kapasitas kehadirannya perlu dipastikan kembali sebelum publikasi.

Kehadiran sejumlah tokoh dari unsur pemerintah dan organisasi diharapkan dapat memperkuat dialog serta kolaborasi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat.

Melalui kongres ini, harapan terhadap dakwah ekonomi semakin mengarah pada upaya membangun kemandirian, memperkuat koperasi, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi program yang terukur, berkelanjutan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *